Way Kanan, KUA Buay Bahuga (Humas) - - Kantor Urusan Agama (KUA) Buay Bahuga kembali menghadirkan inovasi dalam bimbingan pranikah melalui program “Pohon Catin”, sebuah metode edukatif yang menggambarkan bahwa rumah tangga hanya dapat tumbuh kuat apabila dirawat dengan kesabaran dan tanggung jawab. Program ini diberikan kepada calon pengantin sebagai penguatan mental dan spiritual sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Kegiatan dilaksanakan pada Senin (08/12/2025).
Dalam program tersebut, calon pengantin
menerima bibit pohon sebagai simbol perjalanan keluarga. Bibit kecil yang perlu
disiram, dijaga, dan dipupuk menggambarkan bahwa rumah tangga juga membutuhkan
perhatian, komunikasi yang baik, serta kerja sama pasangan agar dapat tumbuh
menjadi keluarga yang kokoh.
Penyuluh agama KUA Buay Bahuga, Sriwatin
Hidayati, menjelaskan bahwa pohon catin merupakan pengingat penting bagi
pasangan. “Rumah tangga tidak bisa dibiarkan tumbuh sendiri. Ada nilai-nilai
yang harus ditanamkan dan dirawat setiap hari—kepercayaan, cinta, dan tanggung
jawab. Pohon catin ini adalah pengingat bahwa keluarga bisa kuat jika
dipelihara bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pohon tersebut mengandung
pesan mendalam tentang komitmen. Saat merawat pohon, pasangan sedang belajar
merawat hubungan. Jika ditanam pada tempat yang baik dan dirawat dengan sabar,
pohon akan tumbuh kokoh—begitu pula keluarga yang dibangun atas dasar iman,
komunikasi, dan komitmen.
Para calon pengantin yang mengikuti kegiatan
menyambut positif metode edukasi ini. Mereka menilai bahwa simbol pohon catin
membuat pesan moral dan psikologis pernikahan lebih mudah diingat dan dapat
menjadi pengingat nyata ketika memasuki kehidupan rumah tangga.
Melalui program ini, KUA Buay Bahuga berharap calon pengantin memahami bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak hadir secara instan, tetapi tumbuh melalui usaha bersama. Pohon Catin diharapkan menjadi simbol cinta yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu. (Taufik/Afril/Fitria)
Editor: Fadilah