Search

KUA Pakuan Ratu Bekali Calon Pasutri Strategi Hadapi Tantangan Rumah Tangga Modern

kua-pakuan-ratu-bekali-calon-pasutri-strategi-hadapi-tantangan-rumah-tangga-modern
Fotografer: Humas Kanwil

Pakuan Ratu, KUA Pakuan Ratu (Humas) - - Sejumlah pasangan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Kursus Calon Pengantin (Suscatin) yang digelar di Aula Pertemuan Kantor Urusan Agama (KUA) Pakuan Ratu, Selasa (13/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan mental, spiritual, dan sosial para calon pasangan suami istri sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Penghulu KUA Pakuan Ratu, Ngato U. Rohman, hadir sebagai pemateri utama dengan menyampaikan pembekalan seputar strategi membangun keluarga di tengah tantangan rumah tangga modern, khususnya di era digital. Ia menegaskan bahwa pasangan muda saat ini menghadapi tekanan sosial yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Dalam pemaparannya, Ngato U. Rohman mengingatkan para calon pasutri agar tidak terjebak dalam budaya membandingkan kehidupan rumah tangga dengan realitas semu yang ditampilkan di media sosial.

“Membangun keluarga hari ini membutuhkan kecakapan emosi sekaligus literasi digital. Jangan sampai media sosial menjadi pemicu keretakan karena kita membandingkan kehidupan nyata dengan kesempurnaan semu yang ada di dunia maya,” pesannya.

Lebih lanjut, ia memaparkan tiga pilar utama ketahanan keluarga modern, yakni keterbukaan keuangan sebagai upaya mengelola ekonomi keluarga secara jujur dan bertanggung jawab, sinergi domestik melalui pembagian peran yang luwes antara suami dan istri, serta pola asuh adaptif guna menyiapkan generasi yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kegiatan Suscatin kali ini dikemas secara dialogis dan partisipatif. Para peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta kegelisahan yang mereka rasakan menjelang pernikahan.

Salah seorang peserta, Riki, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan. “Awalnya saya mengira Suscatin hanya bersifat formalitas administrasi. Ternyata pembahasan tentang dukungan psikologis dan kesehatan mental sangat ditekankan dan relevan dengan kondisi kami yang bekerja di lingkungan penuh tekanan,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Linda, menyoroti pentingnya kesepakatan bersama terkait penggunaan gawai dalam rumah tangga. “Batasan privasi dalam penggunaan ponsel perlu disepakati sejak awal untuk mencegah kecurigaan. Alhamdulillah, hal ini juga ditegaskan sebagai bagian dari membangun kepercayaan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan simulasi prosesi akad nikah serta diskusi studi kasus pemecahan masalah rumah tangga, yang kemudian diakhiri dengan doa bersama. Melalui pembekalan ini, KUA Pakuan Ratu menegaskan komitmennya untuk mencetak keluarga sakinah, tangguh, dan mampu meminimalisir potensi konflik serta perceraian sejak dini. (Humas)

Penulis  :   Aris/Bukhori/Dhany

Editor    :   Anggithya


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil