Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Langkah Nyata dari Tanggamus: Saat Guru PAI Tak Lagi Cemas dengan Sertifikasi

Selasa, 02 September 2025 Humas Tanggamus
Langkah Nyata dari Tanggamus: Saat Guru PAI Tak Lagi Cemas dengan Sertifikasi
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Suasana baru terasa di kalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Tanggamus. Kabar baik datang seiring kebijakan Bupati Tanggamus yang berani mengambil langkah berbeda: menanggung pembiayaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui APBD. Bagi para guru, ini bukan sekadar bantuan dana, tetapi sebuah jalan terang menuju profesionalisme dan pengakuan yang selama ini mereka tunggu.

Selama bertahun-tahun, sertifikasi guru menjadi persoalan klasik. Data Kementerian Agama mencatat lebih dari 145 ribu guru PAI di Indonesia belum memiliki sertifikat pendidik. Sementara itu, kuota PPG nasional terbatas hanya sekitar lima ribu orang per tahun. Alhasil, banyak guru yang harus bersabar dalam antrean panjang, tanpa kepastian kapan bisa tersertifikasi.

Namun, Tanggamus memilih untuk tidak menunggu. Pemerintah daerah melihat urgensi pendidikan sebagai kebutuhan mendasar, bukan sekadar formalitas. Dukungan anggaran dari APBD digelontorkan, agar guru-guru yang selama ini terkendala biaya bisa ikut PPG tanpa rasa khawatir. Inilah wujud nyata bahwa pendidikan tidak boleh dikorbankan hanya karena keterbatasan anggaran pusat.

Bagi para guru, kesempatan ini menjadi hadiah berharga. Sertifikat pendidik bukan hanya secarik kertas, melainkan kunci untuk mendapatkan pengakuan profesional, tambahan insentif, dan kesejahteraan yang lebih baik. Lebih dari itu, sertifikasi memacu semangat guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga murid-murid di Tanggamus bisa merasakan pendidikan yang lebih bermutu.

Langkah berani ini sekaligus memberi pesan kuat: membangun pendidikan bukan hanya tanggung jawab pusat, tetapi juga daerah. Guru adalah pilar bangsa, dan mereka layak mendapatkan dukungan penuh. Dengan cara ini, Tanggamus tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memberi kontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.

Kini, Tanggamus menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain. Bahwa keberanian mengambil keputusan bisa membawa perubahan besar. Dan di balik semua itu, tersimpan keyakinan sederhana: masa depan bangsa ada di tangan guru, maka sejahterakanlah mereka agar generasi mendatang tumbuh dengan ilmu dan akhlak yang kuat. (Frans/Mela Basyar)