Search

Langkah Nyata Kemenag Tanggamus: Kampung Moderasi Beragama untuk Cegah Stunting

langkah-nyata-kemenag-tanggamus-kampung-moderasi-beragama-untuk-cegah-stunting
Fotografer: Humas Kanwil

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, M.Pd.I., hadir dan membuka secara resmi kegiatan Pengembangan Kampung Moderasi Beragama dalam rangka upaya penurunan stunting di Kabupaten Tanggamus. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Seksi Bimas Islam di Balai Pekon Kalirejo, Kecamatan Wonosobo, pada Kamis (31/10).

Dalam sambutannya, Dr. Mahmuddin Aris Rayusman menyampaikan bahwa pengembangan moderasi beragama sangat relevan untuk memperkuat kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap kesadaran moderasi beragama akan meningkat, sehingga upaya bersama dalam penurunan stunting dapat tercapai dengan lebih baik,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasi Bimas Islam, H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I., yang turut memberikan dukungan atas pelaksanaan acara. H. Saiful Arfan menggarisbawahi pentingnya pendekatan agama dalam mendorong masyarakat hidup sehat dan memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak. “Melalui pendekatan agama yang moderat, kita berharap masyarakat dapat lebih terbuka untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi angka stunting di Tanggamus,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ismail, S.Pd.I., M.Pd.I., turut hadir dan memberikan materi mengenai nilai-nilai moderasi dalam perspektif teologis. Ia menekankan bahwa moderasi beragama memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang damai dan toleran, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pesan ini disampaikan dengan harapan agar masyarakat lebih memahami pentingnya kebersamaan dan kerukunan.

Materi terkait percepatan penurunan stunting juga disampaikan oleh dr. Meri Yosefa dari Dinas PPA DALDUK dan KB. Dalam paparannya, dr. Meri menjelaskan strategi-strategi penting dalam menekan angka stunting, mulai dari asupan gizi hingga pentingnya lingkungan yang sehat bagi anak-anak. Ia berharap masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan keluarga demi masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh penyuluh agama, Kepala Desa Kalirejo Suwarko, dan masyarakat setempat yang tampak antusias mengikuti jalannya acara. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya moderasi beragama dan upaya penurunan stunting dapat terus meningkat. (Frans/Mela basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil