Tanggamus Kemenag (Humas) -- Dalam upaya memastikan keakuratan arah kiblat, Muzammi Syafe'i, S.Ag, pelaksana pada Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, melaksanakan pengukuran arah kiblat di Masjid Nurul Iman Saleh yang berlokasi di Pekon Teratas, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Kegiatan ini berlangsung penuh kehati-hatian dengan dampingan Badri, A.Md, dari Seksi Bimas Islam.
Pengukuran arah kiblat merupakan salah satu bentuk layanan Kementerian Agama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah umat Islam. Dalam proses ini, Muzammi dan Badri menggunakan peralatan khusus untuk memastikan arah kiblat sesuai dengan koordinat geografis terkini. Mereka juga melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus masjid setempat untuk menyaksikan dan memahami prosedur yang dilakukan.
“Peningkatan akurasi arah kiblat sangat penting agar ibadah salat umat menjadi lebih sempurna,” ujar Muzammi. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Bimas Islam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya terkait kebutuhan spiritual dan ibadah.
Kegiatan pengukuran ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Salah seorang tokoh masyarakat di Pekon Teratas menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian Kementerian Agama terhadap kebutuhan umat. “Dengan pengukuran ini, kami semakin yakin arah kiblat di masjid kami sudah sesuai, sehingga bisa melaksanakan salat dengan lebih khusyuk,” ungkapnya.
Proses pengukuran dilakukan dengan teliti menggunakan bantuan aplikasi dan teknologi terkini, seperti kompas digital yang terhubung dengan sistem satelit. Selain memastikan arah kiblat, tim juga memberikan edukasi kepada pengurus masjid mengenai pentingnya memeriksa ulang arah kiblat secara berkala untuk mengantisipasi perubahan akibat faktor teknis.
Melalui kegiatan ini, Muzammi berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya arah kiblat yang akurat dan menjaga masjid sebagai tempat ibadah yang layak. Kegiatan serupa akan terus dilakukan oleh Kementerian Agama di berbagai wilayah, sebagai komitmen untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.(Frans/Mela Basyar)