Way Kanan, MIN 4(Humas) - - Hari Raya Iduladha selalu menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan nilai-nilai ketaatan dan kepedulian sosial. Hal tersebut dibuktikan secara nyata oleh jajaran pendidik di MIN 4 Way Kanan. Tidak sekadar menunaikan tugas profesional di dalam ruang kelas, para guru di madrasah ini menunjukkan kekompakan dan keteladanan dengan menggelar ibadah penyembelihan hewan kurban bersama di lingkungan sekolah dengan jumlah kurban 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi salah satu agenda utama madrasah dalam menyambut Hari Raya Kurban. Keikutsertaan para dewan guru secara kolektif ini menunjukkan bahwa semangat berkorban telah melembaga dan menjadi bagian dari identitas pendidik di MIN 4 Way Kanan.
Kepala MIN 4 Way Kanan, Mustopa hadi Kusuma, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh para guru. Beliau menegaskan bahwa ibadah kurban ini merupakan wujud nyata dari pengajaran karakter yang sesungguhnya.
"Aksi kompak para guru hari ini adalah tarbiyah nyata bagi anak-anak didik kita. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu di dalam kelas, tetapi juga harus menjadi teladan dalam berkorban dan berbagi,” ujar Mustopa Hadi Kusuma.
Melalui ibadah kurban ini, kita sedang mengajarkan kepada siswa bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kerelaan kita untuk memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar," tambahnya.
Nuansa kebersamaan begitu terasa di area madrasah. Seluruh guru bergotong royong mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat sekitar dan siswa yang membutuhkan. Di tengah kesibukan tersebut, nilai-nilai budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) tetap terjaga dengan baik, menciptakan harmoni sosial yang menyejukkan di lingkungan kerja.
Langkah kompak dewan guru ini juga selaras dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cerita (KBC) yang diterapkan di MIN 4 Way Kanan. Jika biasanya siswa hanya mendengarkan narasi keteladanan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. melalui cerita, kali ini mereka dapat melihat langsung bagaimana guru-guru mereka menginternalisasi nilai kisah tersebut ke dalam tindakan nyata.
Melalui kegiatan kurban "Lebih dari Tugas" ini, MIN 4 Way Kanan berhasil membuktikan bahwa madrasah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang persemaian karakter tempat pimpinan dan para guru berdiri di garis depan sebagai agen perubahan yang religius, peduli, dan berintegritas tinggi.(Erma/Fitria)
