Lampung (Humas) --- Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Lampung resmi dilantik bersama dengan pengukuhan Pengurus Sabha Kertha dan Majelis Adat Perkraman Provinsi Lampung Masa Bhakti 2025–2030. Acara berlangsung di Balai Keratun, Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis (14/8/2025).
Pelantikan ini
turut dihadiri Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung I Made Suarjaya, Anggota
Komisi V DPRD Provinsi Lampung Budhi Condrowati, dan Ketut Rameo. Kehadiran
tokoh legislatif ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan seni dan
budaya keagamaan Hindu di Lampung.
Ketua LPDG Provinsi
Lampung, I Gede Budi Artana, dalam sambutannya menegaskan bahwa Dharma Gita
memiliki posisi penting dalam setiap upacara keagamaan umat Hindu. “Dharma Gita tidak hanya dibina, tetapi juga
dilombakan dalam Dharma Gita Nasional yang digelar setiap tiga tahun. Lampung
pernah meraih medali emas pada tahun 2004 di Solo, dan ke depan target kami
adalah masuk tiga besar di Dharma Gita Nasional 2027 di Maluku,”
jelasnya.
Menurut Budi
Artana, dengan jumlah umat Hindu di Lampung yang mencapai lebih dari 1,1 juta
jiwa—terbesar kedua setelah Bali—potensi ini harus dikelola secara baik melalui
pembinaan dan sinergi dengan berbagai pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Jumadi, menegaskan bahwa pelantikan LPDG bukan hanya acara seremonial. “Ini adalah awal dari amanah besar untuk mengembangkan, melestarikan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai agama Hindu melalui seni baca dan nyanyian suci Weda,” ungkapnya.
Ia menjelaskan,
seni dalam tradisi Hindu memiliki peran penting, baik seni tari, suara, maupun
rupa, yang menyatu dengan kehidupan keagamaan. “Dengan ilmu pengetahuan hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi
indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah,” tambah Jumadi.
Lebih lanjut, ia
berharap agar LPDG tidak hanya fokus pada ajang lomba, tetapi juga turun
langsung ke masyarakat, sekolah, dan pasraman. “Pembinaan sejak dini sangat penting. Pendidikan seni dan agama jangan
hanya hadir saat lomba atau upacara, melainkan menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari,” tegasnya.
Jumadi menutup
sambutannya dengan ajakan kolaborasi. “Kementerian
Agama akan mendukung penuh pembinaan umat secara berkelanjutan. Mari kita
sinergikan program LPDG dengan PHBI, PSM, dan Majelis Adat Pakraman, sehingga
generasi Hindu di Lampung semakin kuat sekaligus menjaga kerukunan umat
beragama,” ujarnya.
Sementara itu, Staf
Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Pemerintahan Provinsi Lampung, Achmad Syaifulloh, menyampaikan
apresiasi atas pelantikan ini. Ia menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan
budaya di Lampung adalah kekuatan besar bagi pembangunan daerah.
“Lampung memiliki lebih dari 9 juta penduduk dengan keragaman yang luar
biasa. Perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan. Hari ini kita buktikan,
keberagaman justru mendorong kemajuan Lampung,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan
bahwa pelestarian adat dan budaya memiliki landasan konstitusional dan
merupakan bagian dari pembangunan nasional. “Saya berharap umat Hindu Lampung dapat menjadi teladan dalam menjaga
harmoni, serta terus berperan aktif dalam melestarikan seni dan budaya daerah,”
tutupnya.
Acara pelantikan LPDG, Sabha Kertha, dan Majelis Adat Perkraman ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu Lampung untuk semakin solid dalam membangun pendidikan, seni, dan budaya. Dengan dukungan pemerintah, legislatif, dan seluruh masyarakat, LPDG optimistis mampu membawa prestasi Lampung ke tingkat nasional sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama di daerah.(Anggithya)
