Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

M. Ali, Kapokjaluh Provinsi Lampung: Asa, Asih, dan Asuh

Senin, 04 Agustus 2025 Humas Way Kanan
M. Ali, Kapokjaluh Provinsi Lampung: Asa, Asih, dan Asuh
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, Kemenag (Humas) – Mengawali aktifitas di awal pekan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan kembali melaksanakan apel pagi pada Senin, 04 Agustus 2025. Kegiatan apel berlangsung di halaman kantor Kemenag Way Kanan ini diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag, Kasubbag TU, Kasi, Kagara serta seluruh pegawai dengan penuh semangat.

‎Bertindak sebagai pembina apel yaitu M. Ali, selaku Kapokjaluh Provinsi Lampung, ia memberikan arahan yang mengandung pesan penting bagi seluruh pegawai. Pada kesempatan ini, beliau menekankan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, kerukunan umat, serta penguatan etika pelayanan publik dalam kegiatan pembinaan aparatur sipil negara (ASN).

 

“Moderasi beragama lahir dari trilogi kerukunan umat beragama, yakni kerukunan internal umat seagama, antarumat beragama, serta antara umat beragama dan pemerintah. Moderasi artinya membuka ruang dalam hati dan pikiran bahwa ada keyakinan lain di sekitar kita yang justru menjadi penebal iman kita sendiri,” ujarnya

 

Ia mencontohkan bahwa semangat tersebut telah terbangun sejak masa awal kemerdekaan. Dalam naskah Piagam Jakarta, kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai bentuk kompromi luhur demi keutuhan bangsa. Perubahan tersebut mencerminkan sikap moderat dan inklusif para pendiri bangsa.

 

Selain itu, disampaikan pula pentingnya kesadaran lingkungan dalam perspektif agama, atau yang kini dikenal sebagai konsep ekoteologi. “Islam menegaskan agar kita berhati-hati terhadap kerusakan lingkungan. Firman Allah dalam QS Ar-Rum ayat 41 mengingatkan bahwa telah tampak kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan tangan manusia. Maka dari itu, umat beragama, khususnya ASN Kemenag, harus menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ali juga mengangkat pentingnya menanamkan kurikulum cinta sebagai landasan sikap ASN dalam bertugas. Hal ini merujuk pada keteladanan Rasulullah SAW dalam memperlakukan sesama makhluk. Salah satu kisahnya yaitu saat Rasulullah hendak bangun dari duduknya, tetapi mendapati kucing peliharaannya, Mu’zza, tertidur di atas jubah beliau. Alih-alih mengusir, Rasul memotong bagian bajunya agar kucing itu tidak terganggu.

 

“Kasih sayang, kelembutan, dan keteladanan seperti itulah yang harus ditanamkan dalam pelayanan kepada masyarakat. Karena melayani adalah bentuk ibadah,” tambahnya.

 

Mengakhiri arahannya, Ali menyampaikan bahwa ASN adalah hasil dari proses seleksi ketat dan sistem merit yang objektif. Namun menurutnya, keunggulan itu harus dibuktikan dalam bentuk pelayanan terbaik.

“ASN adalah input terbaik yang telah melalui berbagai tahapan tes. Namun keistimewaan itu baru berarti jika disertai asa, asih, dan asuh dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

 

Dengan semangat tersebut, diharapkan seluruh ASN Kemenag Way Kanan tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga berjiwa moderat, peduli lingkungan, dan meneladani akhlak Rasulullah dalam setiap langkah pengabdiannya. (Humas)

 

 Editor : Fadilah