Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar
Lampung menggelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan
Pendekatan Mendalam dalam Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2025/2026, Rabu
(05/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di aula MIN 2 Bandar Lampung tersebut
diikuti oleh 70 peserta yang terdiri atas kepala dan guru madrasah se-Kelompok
Kerja Madrasah (KKM) MIN 2 Bandar Lampung, serta berlangsung sejak pukul 08.00
WIB hingga selesai.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, hadir membuka kegiatan secara resmi sekaligus menyampaikan materi utama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kasubbag TU Kasimun, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Said Karimin, Pengawas Madrasah Masniati, narasumber Prof. Dr. Darmadi, Kepala MIN 2 Bandar Lampung Untung Pribadi, serta para peserta dari 13 madrasah anggota KKM MIN 2 Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Makmur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya
kegiatan yang dinilai strategis dalam memperkuat kualitas kurikulum madrasah di
era digital. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi fondasi
penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepekaan sosial,
semangat belajar, dan akhlak mulia. Selain itu, Makmur menekankan pentingnya
pemanfaatan teknologi dan platform digital untuk meningkatkan efektivitas serta
kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah.
Penerapan kurikulum madrasah, menurutnya, berpedoman pada KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas pembelajaran dan penguatan karakter. Sejalan dengan itu, Kurikulum Berbasis Cinta yang diatur melalui Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025 hadir sebagai pendekatan pembelajaran yang berlandaskan pada nilai-nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan. Konsep ini sekaligus mendukung Roadmap Digitalisasi Madrasah Kementerian Agama RI dalam mewujudkan madrasah modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Lebih lanjut, Makmur menambahkan bahwa konsep Kurikulum Berbasis Cinta juga
terintegrasi dengan Trilogi Kerukunan sebagaimana digagas oleh Menteri Agama,
yaitu kerukunan antarumat beragama, kerukunan intern umat beragama, dan kerukunan
antara umat beragama dengan pemerintah. “Dengan penerapan nilai cinta dan
kerukunan, pendidikan madrasah akan menjadi lebih inklusif, humanis, serta
berdaya saing di tengah kemajuan teknologi,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarmadrasah di bawah KKM MIN 2 Bandar Lampung dalam mengimplementasikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, berakar pada nilai-nilai keagamaan, serta selaras dengan regulasi dan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. (Mushollin/Ali)
