Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Malam Tasyakuran HAB: Momentum Besar untuk Berkontribusi bagi Kerukunan Umat

Rabu, 08 Januari 2025 Humas Lambar
Malam Tasyakuran HAB: Momentum Besar untuk Berkontribusi bagi Kerukunan Umat
Humas Lambar
Humas Lambar

Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Plt. Kepala Kankemenag Kab. Lampung Barat H. Miftahus Surur, S.Ag, M.Si mengikuti Malam Tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB ke-79 Kementerian Agama secara daring. Tampak hadir di Auditorium HM Rasyidi Kementerian Agama adalah Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, para Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama beberapa periode sebelumnya, para pejabat Eselon 1, para Rektor, dan Kepala Kanwil Kemenag se Indonesia, serta Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, para Kepala Madrasah, dan Kepala KUA yang hadir melalui zoom meeting. Selasa, 7 Januari 2025.

Malam Tasyakuran ini digelar sebagai suatu gambaran luapan rasa kebahagiaan atas kehadiran dan kiprah Kementerian Agama di Indonesia. Bagaimana tidak, belum lama setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia, tanggal 3 Januari 1946 Kementerian Agama lahir. Salah satu sebabnya adalah keinginan bersama para pendiri bangsa untuk menjaga mutiara bangsa, yaitu keragaman dari aspek agama. 

“Kita semua harus bersyukur bahwa keragaman agama yang ada di Indonesia telah berperan kuat dalam menyatukan kehidupan masyarakat. Tidak banyak negara yang mampu meramu dan mengikat berbagai perbedaan itu dalam satu wadah kebangsaan yang menjanjikan ketentraman dan kesetaraan bagi semua. Maka ke depan, yang tetap harus kita jaga adalah harmoni umat," ujar Menteri Agama.

Lebih jauh, Kementerian Agama juga harus mampu menjawab berbagai persoalan konseptual seputar agama dan juga hubungannya dengan negara. Pada tataran pengelolaan manajerial, maka sudah sepatutnya semua aparatur Kementerian Agama harus bertindak secara cakap dan profesional mengingat Kementerian Agama semakin ramping, tidak sebagaimana yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Oleh sebab itu, Nasaruddin Umar juga berpesan agar semua unsur di Kementerian Agama mampu menyeimbangkan antara nilai-nilai keagamaan dengan berbagai kearifan budaya sebagai modal untuk menjaga kehidupan dan kerukunan masyarakat. 

“Kita tidak akan mampu memutar lagu indah tentang Indonesia, atau membacakan puisi indah tentang Indonesia tanpa adanya kerukunan. Indonesia ini negara besar dengan pluralitas yang ada didalamnya, maka jangan sampai ada pelemahan terhadap NKRI. Jadi, Kementerian Agama bukan hanya harus berkontribusi terhadap kerukunan, melainkan juga terhadap kualitas pembangunan di berbagai aspek kehidupan,” pungkasnya. (Surur/Boy/Mela Basyar)