Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

MAN 1 Pringsewu Raih Juara 1 Video Kreatif dan Juara 2 Kaligrafi Festren VIII UIN Raden Intan Lampung

Sabtu, 19 Oktober 2024 Muhammad Faizin
MAN 1 Pringsewu Raih Juara 1 Video Kreatif dan Juara 2 Kaligrafi Festren VIII UIN Raden Intan Lampung
Muhammad Faizin
Muhammad Faizin

Bandarlampung – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu kembali mengukir prestasi dalam ajang Festival Pesantren (Festren) VIII 2024 yang diselenggarakan oleh Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Intan Lampung pada 17-18 Oktober 2024.

Festival ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan mengusung tema "Integrasi Nilai Keislaman dalam Akulturasi Kebudayaan".

Festival Pesantren VIII ini diikuti oleh 570 peserta dari 65 kontingen, yang berasal dari pelajar SMA/SMK/MA dan santri pondok pesantren se-Provinsi Lampung.

Para peserta bersaing dalam berbagai cabang lomba, seperti Syarhil Qur’an, Pidato Bahasa Arab, Tari Kreasi Lampung, Tahfidz Juz 29-30, Hadroh Murni, Nasyid, Kaligrafi Kontemporer, dan Video Kreatif.

Delegasi MAN 1 Pringsewu mengikuti beberapa cabang lomba, di antaranya Hadrah, Pidato Bahasa Arab, Video Kreatif, dan Kaligrafi Kontemporer.

Hasilnya, MAN 1 Pringsewu berhasil meraih dua piala di kategori lomba yakni Juara 1 Video Kreatif atas nama Fatma Ayu Bunga Mutia dan Juara 2 Kaligrafi Kontemper atas nama Nur Ahmad Fauzi.

Guru pendamping H. Triyanto mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih. Ia mengungkapkan bahwa pada Festren sebelumnya MAN 1 Pringsewu pernah menjadi juara di cabang video kreatif. Prestasi ini meneguhkan prestasi MAN 1 Pringsewu di bidang vidrografi.

"Persiapan yang matang dan semangat tinggi dari siswa-siswi MAN 1 Pringsewu membuahkan hasil baik. Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini, dan semoga ini menjadi motivasi bagi peserta lain di masa mendatang," ujarnya.

Acara penutupan Festren dilaksanakan pada Jumat (18/10/2024) dan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dari para santri. Salah satu penampilan yang menarik adalah pembacaan Al-Qur'an yang diiringi dengan bahasa isyarat sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum difabel.

Kepala MAN 1 Pringsewu, Fathul Bari, turut memberikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. Ia berharap kemenangan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi.

“Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas wawasan keislaman dan mempererat silaturahmi antar-santri,” ujarnya.

Selain Festren, UIN Raden Intan juga akan menggelar berbagai kegiatan lain untuk memperingati Hari Santri Nasional, termasuk Apel Hari Santri pada 22 Oktober 2024 dan Istighosah Kubro pada 24 Oktober. Puncaknya adalah Expo Kemandirian Pesantren pada 25-26 Oktober, menampilkan produk unggulan dari berbagai pesantren di Lampung.

Wakil Rektor I UIN Raden Intan, Prof. Alamsyah, saat menutup kegiatan, menekankan bahwa Hari Santri bukan hanya untuk santri, tetapi membawa berkah bagi bangsa.

"Melalui Resolusi Jihad, KH Hasyim Asy'ari memunculkan perjuangan yang pada akhirnya melahirkan Hari Pahlawan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pesantren bukan sekadar tempat belajar kitab kuning, tetapi juga tempat pembinaan adab, akhlak, dan moral, yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan.

"Moral adalah harga mahal. Santri tidak hanya diajarkan kepintaran, tetapi juga akhlak yang mulia," tambahnya.

Prof. Alamsyah juga menegaskan bahwa santri masa kini tidak boleh gagap teknologi (gaptek) dan harus mampu menguasai teknologi untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia menambahkan bahwa juara Festren tahun ini akan mendapatkan kesempatan masuk UIN tanpa tes, dan jika memenuhi syarat, akan diberikan beasiswa.