Tanggamus, MAN 1 (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri 1 Tanggamus turut ambil bagian dalam mendukung program penanaman satu juta pohon matoa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga madrasah, baik guru maupun siswa, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Penanaman satu juta pohon Matoa dilakukan di lingkungan madrasah dengan menanam bibit pohon matoa di beberapa titik halaman madrasah, Sabtu(26/04/2025).
Kegiatan diawali dengan mengikuti pengarahan dan dibuka langsung oleh kepala MAN 1 Tanggamus H. Gunawan Susanto, S.Pd.,M.Pd. Setelah itu, para peserta menunggu prosesi penyerahan pohon secara simbolis sebelum melaksanakan penanaman.
H. Gunawan Susanto, S.Pd.,M.Pd Sebagai Kamad MAN 1 Tanggamus dalam arahannya menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama se-Provinsi Lampung.
“Mari kita sukseskan bersama program ini sebagai bagian dari penguatan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa ini diharapkan menjadi bentuk nyata kepedulian keluarga besar Kementerian Agama terhadap kelestarian lingkungan hidup serta tanggung jawab moral dan spiritual sebagai khalifah di bumi.
Saat dikonfirmasi tim Humas MANSATA, Wakil Kepala Madrasah Bidang kesiswaan, Parizal, S.Ag., mengatakan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran karakter, khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan lingkungan sekitar, sambutnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak belajar bahwa menjaga dan merawat bumi adalah tanggung jawab bersama. Hari ini kita tanam, suatu hari nanti mereka bisa melihat hasilnya tumbuh besar dan memberi manfaat,” ujarnya Pokja Kesiswaan sekaligus guru Geografi Serly Susanti, S.Pd.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan Gerakan ini tidak hanya bertujuan memperingati Hari Bumi, tetapi juga mendukung ekoteologi, sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Nomor 102 Tahun 2025.
“Program tersebut menekankan pentingnya peran umat beragama dalam menjaga kelestarian alam dan membangun kehidupan yang harmonis dengan lingkungan,” tutupnya. (Seftia/Mela Basyar)
