Search

MAN 2 Lampung Utara Gelar Proyek Kolaboratif “Cinta Indonesia dalam Irama Tarian Adat”

man-2-lampung-utara-gelar-proyek-kolaboratif-cinta-indonesia-dalam-irama-tarian-adat
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung Utara, [03/09] – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang mencintai bangsa dan budayanya melalui proyek “Cinta Indonesia dalam Irama Tarian Adat”. Projek ini merupakan bagian dari kegiatan Kokurikuler yang mengintegrasikan lima pilar utama: Bahasa, Iman, Teknologi, dan Kebangsaan.

Bertujuan untuk memperdalam rasa cinta tanah air dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak global, proyek unik ini mengajak siswa untuk membuat video tentang tarian adat dari berbagai penjuru Nusantara. Keunikan dari video ini terletak pada penggunaan narasi dalam Bahasa Inggris, sehingga tidak hanya menampilkan keindahan visual tetapi juga menjelaskan makna filosofis di balik setiap gerakan tarian.

Proyek ini dikelola secara kolaboratif oleh tim Kokurikuler yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI dengan dibimbing oleh Tim Kokurikuler. Masing-masing Kelas menyumbangkan 1 tarian adat yang disertai dengan narasi berbahasa inggris. Seluruh siswa berkolaborasi dalam menampilkan keahliannya dalam menari, membuat narasi maupun mengedit video sehingga menciptakan sebuah mahakarya yang harmonis dan penuh makna dalam bentuk video.

Narasi Keberagaman oleh Para Ahli

Proses pembuatan video tidak hanya sekadar merekam tarian, tetapi juga menyelami nilai-nilai yang dikandungnya. Materi pendukung dikembangkan oleh tim ahli:

Hilmi (Ketua Tim): Bertanggung jawab menyajikan materi Qur'an dan Hadits yang mengaitkan nilai-nilai spiritual dan etika dalam seni serta kehidupan berbangsa, menunjukkan keselarasan antara agama dan budaya.

Deni Febrianto (Anggota): Menyusun materi Akidah Akhlak yang menjelaskan bagaimana tarian adat merefleksikan akhlak mulia dan jati diri bangsa yang berketuhanan.

Dito Anas Pramudia (Anggota): Memberikan perspektif dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila, menguraikan nilai-nilai Pancasila yang hidup dan tumbuh dalam setiap gerak dan simbol tarian adat Nusantara.

Yeni Anjarsari (Anggota): Sebagai ahli Bahasa Inggris, Yeni menulis dan menyampaikan narasi yang elegan dan mudah dipahami, menjembatani budaya Indonesia dengan dunia.

Suryadi (Anggota): Sebagai tangan di balik layar dari bidang Teknologi Informasi (TI), Suryadi mengerjakan proses editing video, pengolahan audio, dan grafis sehingga menghasilkan video yang menarik dan berkualitas tinggi.

Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Era Digital

Kepala MAN 2 Lampung Utara, Supriyono, menyambut baik inisiatif ini. “Proyek ‘Cinta Indonesia dalam Irama Tarian Adat’ adalah implementasi nyata dari Profil Pelajar Pancasila. Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana mengkolaborasikan ilmu agama, kebangsaan, bahasa, dan teknologi untuk sebuah tujuan yang mulia: melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia. Ini adalah bentuk Cinta Indonesia yang cerdas dan relevan dengan zaman,” ujarnya.

Diharapkan, video-video yang dihasilkan dari proyek ini dapat diunggah ke platform media sosial dan kanal YouTube madrasah untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Langkah ini membuktikan bahwa generasi muda madrasah siap menjadi duta budaya Indonesia di panggung dunia.(Humas MAN 2 LU/Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil