Lampung Utara, [22/5] – Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter berbasis lingkungan, MAN 2 Lampung Utara menggelar kegiatan P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin) dengan tema "Rekayasa dan Teknologi untuk Membangun NKRI". Salah satu inovasi unggulan dalam proyek ini adalah pengenalan sistem QR Code pada tanaman untuk memudahkan pembelajaran biodiversitas dan pelestarian lingkungan madrasah.
Kombinasi Tradisi dan Teknologi
Kegiatan yang digagas oleh tim guru MAN 2 Lampung Utara ini
dipimpin oleh Hasan Rifai sebagai ketua pelaksana, dengan anggota Sulastri,
Meisya, Marlina Zulfa, dan Budi Ali Budiman. Acara dihadiri oleh seluruh guru,
staf, serta siswa-siswi MAN 2 Lampung Utara, dan dibuka secara resmi oleh Kepala
Madrasah, Supriyono.
"Proyek ini tidak hanya mengajarkan siswa mencintai
lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran,"
ujar Supriyono dalam sambutannya.
Dari Jamu hingga Taman TOGA Berbasis Digital
Kegiatan diawali dengan minum jamu bersama, sebagai bentuk
pengenalan warisan budaya Indonesia sekaligus penguatan kesehatan. Selanjutnya,
siswa dan guru bersama-sama merancang Taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang
dilengkapi dengan label QR Code.
Setiap tanaman di taman TOGA diberi barcode yang dapat
dipindai untuk mengakses informasi lengkap tentang manfaat medis, cara
perawatan, hingga kandungan nutrisi tanaman tersebut. "Dengan QR Code,
siswa bisa belajar secara mandiri dan lebih interaktif," jelas Hasan Rifai.
Dampak Positif bagi Pendidikan Lingkungan
Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta. Sulastri,
salah satu anggota tim, menyatakan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan
kesadaran lingkungan, tetapi juga mengasah keterampilan teknologi siswa.
"Siswa jadi lebih antusias belajar tentang tanaman obat
karena bisa langsung memindai dan membaca informasinya di ponsel,"
tuturnya.
Langkah Menuju Madrasah Hijau Berbasis Digital
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal MAN 2 Lampung
Utara menuju madrasah hijau berbasis teknologi. Kedepannya, program serupa akan
dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak jenis tanaman dan fitur edukasi
digital lainnya.
"Dengan semangat kolaborasi, kami yakin madrasah bisa
menjadi pelopor inovasi pendidikan lingkungan," pungkas Budi Ali Budiman,
salah satu anggota tim. (Suryadi/Erwan/Mela Basyar)