Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

MAN 2 Lampung Utara Luncurkan Inovasi "QR Code Tanaman" Sebagai Panen Karya P5RA Rekayasa dan Teknologi

Kamis, 22 Mei 2025 MAN 2 Lampung Utara
MAN 2 Lampung Utara Luncurkan Inovasi "QR Code Tanaman" Sebagai Panen Karya P5RA Rekayasa dan Teknologi
MAN 2 Lampung Utara
MAN 2 Lampung Utara

Lampung Utara, [22/5] – Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter berbasis lingkungan, MAN 2 Lampung Utara menggelar kegiatan P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin) dengan tema "Rekayasa dan Teknologi untuk Membangun NKRI". Salah satu inovasi unggulan dalam proyek ini adalah pengenalan sistem QR Code pada tanaman untuk memudahkan pembelajaran biodiversitas dan pelestarian lingkungan madrasah. 

Kombinasi Tradisi dan Teknologi 

Kegiatan yang digagas oleh tim guru MAN 2 Lampung Utara ini dipimpin oleh Hasan Rifai sebagai ketua pelaksana, dengan anggota Sulastri, Meisya, Marlina Zulfa, dan Budi Ali Budiman. Acara dihadiri oleh seluruh guru, staf, serta siswa-siswi MAN 2 Lampung Utara, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Supriyono. 

"Proyek ini tidak hanya mengajarkan siswa mencintai lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran," ujar Supriyono dalam sambutannya. 

Dari Jamu hingga Taman TOGA Berbasis Digital 

Kegiatan diawali dengan minum jamu bersama, sebagai bentuk pengenalan warisan budaya Indonesia sekaligus penguatan kesehatan. Selanjutnya, siswa dan guru bersama-sama merancang Taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang dilengkapi dengan label QR Code. 

Setiap tanaman di taman TOGA diberi barcode yang dapat dipindai untuk mengakses informasi lengkap tentang manfaat medis, cara perawatan, hingga kandungan nutrisi tanaman tersebut. "Dengan QR Code, siswa bisa belajar secara mandiri dan lebih interaktif," jelas Hasan Rifai. 

Dampak Positif bagi Pendidikan Lingkungan 

Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta. Sulastri, salah satu anggota tim, menyatakan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga mengasah keterampilan teknologi siswa. 

"Siswa jadi lebih antusias belajar tentang tanaman obat karena bisa langsung memindai dan membaca informasinya di ponsel," tuturnya. 

Langkah Menuju Madrasah Hijau Berbasis Digital 

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal MAN 2 Lampung Utara menuju madrasah hijau berbasis teknologi. Kedepannya, program serupa akan dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak jenis tanaman dan fitur edukasi digital lainnya. 

"Dengan semangat kolaborasi, kami yakin madrasah bisa menjadi pelopor inovasi pendidikan lingkungan," pungkas Budi Ali Budiman, salah satu anggota tim.  (Suryadi/Erwan/Mela Basyar)