Search

Marwansyah Tekankan Peran Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Indonesia yang Mandiri dan Berkepribadian

marwansyah-tekankan-peran-moderasi-beragama-dalam-mewujudkan-indonesia-yang-mandiri-dan-berkepribadian
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung – Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Marwansyah, menekankan pentingnya moderasi beragama dalam upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berkepribadian. Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama yang digelar oleh Kanwil Kemenag Lampung di Hotel Grand Sekuntum, Kota Metro, pada Rabu (21/8).

Dalam pemaparannya, Marwansyah menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan bagian esensial dari visi strategis Kemenag, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama Tahun 2020-2024. "Visi kami adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin. Ini adalah upaya kami untuk menciptakan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan semangat gotong royong," ungkapnya.

Marwansyah menekankan bahwa moderasi beragama harus menjadi pedoman utama dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan oleh Kemenag. Menurutnya, moderasi beragama bukan hanya konsep, tetapi merupakan praktik nyata yang harus diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. "Moderasi beragama adalah komitmen kita untuk menolak segala bentuk ekstremisme, baik yang radikal maupun liberal. Dengan moderasi, kita menempatkan nilai-nilai agama sebagai pilar perdamaian dan kerukunan sosial," tegas Marwansyah.


Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan keberagaman sangat bergantung pada penguatan moderasi beragama. "Moderasi beragama adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berkepribadian. Ini bukan hanya tentang menolak ekstremisme, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk kemajuan bangsa," jelasnya.

Sebagai bagian dari Renstra Kemenag, moderasi beragama telah ditetapkan sebagai prioritas kebijakan dengan beberapa indikator utama, seperti komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan budaya lokal. Marwansyah menegaskan bahwa indikator-indikator ini harus menjadi tolok ukur dalam menjalankan setiap program, sehingga tujuan jangka panjang Kemenag dapat tercapai.

Mengakhiri pemaparannya, Marwansyah menyerukan agar seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif dalam menguatkan moderasi beragama. "Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Hanya dengan moderasi beragama yang kuat, kita bisa membangun Indonesia yang mandiri dan berkepribadian, serta mewujudkan masyarakat yang rukun, sejahtera, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak," tutupnya.

Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dengan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari ASN Kemenag Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro, Pemuka dan Tokoh Agama, dan Stakeholder lainnya.(Anggithya/Aditya)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil