Lampung Tengah, Kemenag (Humas) —
Penguatan nilai-nilai moderasi beragama menjadi fokus penting dalam membentuk kepemimpinan madrasah yang visioner dan berkarakter. Hal inilah yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Maryan Hasan, saat menjadi narasumber pada Pelatihan Penguatan Kepala Madrasah Angkatan I Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Hotel Grand Sekuntum, Bandar Lampung, Senin (27/10/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh 40 Kepala Madrasah dari berbagai jenjang mulai dari RA, MI, MTs hingga MA, ini bertujuan memperkuat kompetensi kepemimpinan, profesionalisme, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Dalam materinya yang bertajuk “Implementasi Penguatan Moderasi Beragama di Madrasah”, Maryan Hasan menegaskan bahwa Moderasi Beragama merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama RI. Program ini dirancang untuk memperkuat cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang adil, seimbang, serta menghargai keberagaman baik di internal umat beragama maupun antarumat beragama di Indonesia.
“Kepala Madrasah memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama. Kepemimpinan yang visioner, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan peserta didik yang moderat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan madrasah yang damai dan inklusif,” ujar Maryan Hasan.
Ia menjelaskan bahwa penguatan moderasi beragama perlu diwujudkan melalui penanaman komitmen kebangsaan, pembiasaan sikap toleran, penolakan terhadap kekerasan, serta penghargaan terhadap tradisi dan budaya lokal yang sejalan dengan nilai-nilai agama.
Dalam konteks madrasah, Kepala Madrasah berperan sebagai pemimpin transformasional yang menjadi teladan dan penggerak utama dalam membangun budaya moderat. Mereka diharapkan mampu menunjukkan sikap terbuka dan adil dalam setiap kebijakan, memastikan seluruh kegiatan pembelajaran sejalan dengan prinsip moderasi beragama, serta menumbuhkan kesadaran seluruh warga madrasah untuk menjunjung tinggi nilai kebhinekaan dan toleransi.
Maryan Hasan juga menekankan pentingnya strategi implementatif, di antaranya melalui integrasi nilai moderasi dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, pembentukan karakter siswa lewat keteladanan guru, peningkatan kapasitas pendidik, serta kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat. Pemanfaatan media digital secara positif juga menjadi langkah penting untuk menyebarkan pesan-pesan toleransi dan kedamaian di lingkungan madrasah.
“Madrasah harus menjadi pusat penyemaian nilai kebangsaan, toleransi, dan kedamaian. Kepala Madrasah berperan penting memastikan seluruh aktivitas pendidikan berorientasi pada penguatan karakter moderat,” pungkasnya.
Kegiatan Pelatihan Penguatan Kepala Madrasah Angkatan I Tahun 2025 ini menjadi wujud nyata komitmen Kemenag Lampung Tengah dalam mencetak pemimpin madrasah yang profesional, berintegritas, serta berperan aktif dalam mewujudkan pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing. (Ria/Jemi)