Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, H. Miftahus Surur, S.Ag., M.Si, menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, antara lain seluruh Kepala KUA, Ketua Umum MUI, Ketua PC NU, Ketua Muhammadiyah, Muslimat dan Fatayat NU, GP Ansor, Aisiyah, dan para penyuluh agama Islam se-Kabupaten Lampung Barat. Bertempat di Aula Kankemenag Kabupaten Lampung Barat. Senin, 29 September 2025.
Miftahus Surur menjelaskan bahwa tujuan utama dari GKM adalah untuk menciptakan keluarga yang maslahat secara keseluruhan, baik secara internal maupun eksternal. Ia menekankan pentingnya musyawarah dalam keluarga sebagai upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mungkin timbul.
Dalam kesempatan tersebut, M. Surur juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap peningkatan angka perceraian di Lampung Barat yang mencapai 700 kasus di Tahun 2025. Menurutnya, beberapa masalah rumah tangga terhadap tingginya angka perceraian ini banyak dipicu oleh persoalan ekonomi seperti judi online dan pinjaman online.
"Menyikapi hal tersebut, pentingnya peran Penyuluh Agama Islam dalam menelusuri akar permasalahan yang ada di masyarakat. Saya juga mengajak seluruh ormas keagamaan untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mendukung pelaksanaan GKM," ujarnya.
Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa setiap keluarga harus benar-benar diedukasi untuk mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai keislaman sebagai upaya untuk meminimalisir perceraian. Dengan demikian, diharapkan dapat terbentuk keluarga yang harmonis dan sejahtera.
"Gerakan Keluarga Maslahat ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan rumah tangga yang terjadi di Lampung Barat. Harapannya, dengan adanya sinergi antara pemerintah dan ormas, angka perceraian dapat ditekan dan kualitas kehidupan keluarga dapat ditingkatkan," tegasnya.
Para tokoh agama dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan GKM. Mereka juga berharap agar gerakan ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
"Dengan adanya kolaborasi aktif, diharapkan Gerakan Keluarga Maslahat dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Lampung Barat, khususnya dalam membangun keluarga yang kuat dan berdaya," tutupnya. (Boy/K.TU/Mela Basyar)
