Search

Mengajar dengan Hati, Kunci Sukses Kurikulum Berbasis Cinta

mengajar-dengan-hati-kunci-sukses-kurikulum-berbasis-cinta
Fotografer: Humas Kanwil

Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Raudhatul Athfal (RA) Al Khodijah, Kecamatan Umpu Semenguk, menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)  tingkat kabupaten yang diikuti oleh para Kepala RA dan juga  guru RA  se-Kabupaten Way Kanan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 21 Agustus 2025 ini menjadi  penutup rangkaian FGD yang dilaksanakan oleh Pokjawas Madrasah Kemenag Way Kanan, yang dimulai dari Tanggal 6 sampai dengan 21 Agustus 2021.


Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kabupaten Way Kanan Suwanto, menyampaikan laporan dalam sambutannya  bahwa terdapat 26 RA yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Way Kanan, dan seluruhnya menjadi bagian dari binaan Pokjawas Madrasah.

“FGD hari ini merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan yang telah kita laksanakan di seluruh kecamatan menjangkau seluruh madrasah di kabupaten way kanan. Kami harapkan para Kepala RA dapat memahami maksud dan tujuan dari kurikulum berbasis cinta,” ungkap Suwanto.

“RA ini spesial, karena memerlukan perhatian khusus, karena awal mula pendidikan dimulai dari tingkatan RA. Melalui kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan bahwa Kepala RA harus benar-benar memahami regulasi dan aturan,” tambahnya.

Membuka secara langsung kegiatan FGD, Kepala Kantor Kemenag Way Kanan,  Masir Ibrahim mengatakan dirinya hadir disini secara langsung dalam kegiatan ini untuk  membersamai  dan memberikan semangat kepada para  Kepala RA dan tenaga pendidik RA.

Dalam sambutannya, masir juga menekankan bahwa pendidikan karakter sejatinya dimulai dari lingkungan RA, tempat di mana fondasi nilai dan akhlak anak dibentuk sejak dini.

“Mengajar di RA bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi butuh sentuhan hati, cinta, dan kasih sayang. Jangan sampai terjadi malpraktik dalam pendidikan. Setiap guru harus menyadari bahwa tugas ini adalah amanah yang membutuhkan pengorbanan dan tanggung jawab besar,” tegas masir.

“Saya mengajak seluruh keluarga besar RA se-Kabupaten Way Kanan untuk terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berlandaskan nilai kasih sayang rohman rohim demi menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” tutup Masir.


Selanjutnya kegiatan FGD  ditutup dengan sesi dialog dan refleksi antar kepala RA dan guru, membahas praktik terbaik dalam mengimplementasikan pendekatan cinta dalam proses pembelajaran pada RA. (Humas)

Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil