Search

Menginspirasi melalui Dongeng: Pesan Kemanusiaan dari Palestina

menginspirasi-melalui-dongeng-pesan-kemanusiaan-dari-palestina
Fotografer: Humas Kanwil

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Suasana pagi di halaman MIN 1 Tanggamus terasa khidmat dengan berlangsungnya kegiatan roadshow dongeng inspirasi kemanusiaan dari Yayasan Lentera Kemanusiaan Indonesia pada Kamis (16/1/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Madrasah (Kamad) MIN 1 Tanggamus, Kusairi, S.Pd.I. Dalam sambutannya, Kusairi mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan tertib serta menggali makna yang disampaikan oleh kakak pendongeng. Acara ini menghadirkan Kak Dimas sebagai pendongeng, bersama bonekanya yang diberi nama Si Boni.

Kak Dimas menyampaikan pesan inspiratif tentang kemanusiaan di Palestina dengan tema “Menggali Makna Perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW”. Dalam ceritanya, Kak Dimas memaparkan bahwa peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang sarat dengan pelajaran bermakna bagi umat Islam. Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya persatuan umat Islam dan kepedulian Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya. Selain itu, Kak Dimas juga mengisahkan perjalanan Nabi Ibrahim yang kehilangan ayahnya di tanah Palestina, sehingga menambah kesan mendalam pada dongeng yang disampaikan.

Narasi yang dibawakan oleh Kak Dimas berhasil menyentuh hati seluruh siswa. Bahkan, suasana haru menyelimuti acara ketika Kak Dimas menceritakan perjuangan saudara-saudara di Palestina. Tidak sedikit siswa yang menitikkan air mata karena meresapi cerita tersebut.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi penggalangan dana yang dilakukan oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta siswa-siswi MIN 1 Tanggamus. Suasana khidmat tetap terasa hingga akhir acara, mencerminkan semangat kepedulian yang tinggi dari seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan dapat tertanam kuat dalam diri siswa serta memberikan inspirasi untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama. (IIs/FransMela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil