Way Kanan, Kemenag (Humas) -
- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Way Kanan, Masir
Ibrahim, mengawali pekan dengan menjadi pembina upacara di MTsN 1 Way Kanan pada
Senin pagi, 4 November 2024.
Kegiatan ini berlangsung di lapangan madrasah yang diikuti secara antusias oleh para siswa, serta dihadiri oleh Kepala Madrasah, para guru, dan staf yang siap mendukung acara tersebut. Dalam suasana yang penuh semangat, upacara ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin upacara bendera, tetapi juga sebagai platform untuk menyampaikan nilai-nilai penting kepada generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut,
Masir Ibrahim menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara yang
terorganisir dengan baik. Ia menyoroti penggunaan formasi pengibaran bendera
yang rapi.
Masir menghimbau agar sistem
petugas upacara dijadwalkan secara bergiliran dari kelas ke kelas, sehingga
semua siswa mendapatkan pengalaman berharga.
Lebih lanjut, Masir Ibrahim
mengingatkan pentingnya kecerdasan yang harus terus diasah. "Kecerdasan ibarat
sebuah pisau "jika tidak diasah, ia akan tumpul". Jangan merasa
pintar, karena hal itu justru dapat membuat kita sombong dan malas
belajar," ujarnya.
Ia juga menekankan agar
siswa tidak terjebak dalam rutinitas yang monoton. "Niatkan sekolah
sebagai tempat untuk belajar dan menuntut ilmu. Kurangi bermain game dan
bersosial media agar kita tidak dijajah oleh teknologi yang bisa membuat kita
menyia-nyiakan waktu," tambahnya.
Kakankemenag juga menekankan
bahwa pendidikan tidak hanya sekadar mengejar nilai akademis, tetapi juga
tentang membangun karakter yang baik. "Utamakan shalat sebagai fondasi
spiritual yang akan membimbing kalian dalam setiap langkah hidup,"
tegasnya.
Ia mengingatkan betapa
pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, seperti judi online yang marak
saat ini. "Praktik judi, terutama judi slot, dapat merusak masa depan
kalian. Fokuslah pada hal-hal yang bermanfaat dan memperkaya diri," ujarnya.
Masir Ibrahim juga
mengingatkan siswa untuk selalu memohon doa dan keberkahan dari orang tua dan
guru. "Hormati guru kalian, karena mereka adalah sumber ilmu dan
kebijaksanaan. Tanpa mereka, kita tidak akan berada di sini hari ini,"
ucapnya.
Ia berharap, dengan
mengedepankan nilai-nilai tersebut, siswa-siswi MTsN 1 tidak hanya menjadi pelajar
yang cerdas, tetapi juga individu yang memiliki integritas dan disiplin yang
tinggi. Dengan begitu, mereka akan siap menghadapi tantangan di masa depan dan
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Fit/Hand)