Tanggamus, MTsN 1 (Humas) - Di
ruang konseling MTsN 1 Tanggamus, Dhianingsih Palupi, seorang guru Bimbingan
Konseling (BK) yang berpengalaman, dengan penuh kesabaran dan kehangatan,
memberikan layanan konseling kepada siswinya. Dhianingsih Palupi, dengan
pendekatan humanisnya, membantu siswinya untuk mengatasi berbagai permasalahan
dan menemukan solusi yang tepat. Rabu, 15 Mei 2024.
"Hal terpenting dalam
konseling adalah membangun kepercayaan dan rasa nyaman bagi siswa," ujar
Dhianingsih mengawali sesi wawancara. "Siswa harus merasa aman dan bebas
untuk menceritakan permasalahan mereka kepada saya tanpa rasa takut
dihakimi."
Dhianingsih menjelaskan bahwa ia
selalu berusaha untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman di ruang
konseling. Ia mendengarkan dengan penuh perhatian saat siswinya menceritakan
permasalahannya, tanpa menyela atau menghakimi. "Saya ingin mereka merasa
bahwa mereka didengarkan dan dipahami," tuturnya.
Dhianingsih tidak hanya
mendengarkan, tetapi juga berusaha untuk memahami secara mendalam permasalahan
yang dihadapi siswinya. Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang terstruktur
dan terarah untuk menggali akar permasalahan, berbagai faktor yang mempengaruhinya,
dan konteks di mana permasalahan tersebut terjadi. "Pemahaman yang
komprehensif ini memungkinkan saya untuk memberikan intervensi yang tepat dan
kontekstual," jelasnya.
Dhianingsih tidak hanya memberikan
nasihat atau solusi yang instan. Ia melibatkan siswinya secara aktif dalam
proses konseling, mendorong mereka untuk mengeksplorasi berbagai pilihan dan
menemukan solusi terbaik yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan
kondisi mereka. Dhianingsih juga memberikan berbagai teknik dan strategi yang
dapat membantu siswinya untuk mengatasi permasalahannya secara mandiri.
Layanan konseling yang diberikan
oleh Dhianingsih memberikan banyak manfaat bagi siswinya, antara lain: meningkatkan
kesehatan mental dan emosional, meningkatkan fokus dan konsentrasi belajar, meningkatkan prestasi akademik, membangun
karakter dan kepribadian. (In/ Mela Basyar)
