Tanggamus Kemenag (Humas) –
Sejumlah pengawas madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Tanggamus mengikuti Webinar Nasional yang digelar oleh Pokjawasmadnas
(Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Nasional), Senin (30/6). Webinar ini
mengusung tema “Merancang RPP dan Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam yang
Bermakna dan Menyenangkan.”
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber nasional, Nur Luthfi Herinigthyas, yang merupakan Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen RI sekaligus Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan inspiratif, Luthfi membedah konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tak hanya administratif, tetapi juga transformatif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
Dalam paparannya, Luthfi
menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning)
yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, serta karakter dalam satu
kesatuan. Ia juga menyoroti bahwa asesmen bukan sekadar alat ukur hasil
belajar, melainkan bagian dari proses belajar itu sendiri yang harus dirancang
secara menyeluruh, kontekstual, dan reflektif.
Peserta webinar diajak untuk
memahami bagaimana merancang RPP yang lebih fleksibel namun tetap berpijak pada
capaian pembelajaran. Di samping itu, berbagai contoh praktik baik juga
disampaikan untuk memperkaya pemahaman peserta terhadap asesmen formatif yang
mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Kegiatan ini disambut antusias
oleh para pengawas madrasah, yang menyebut materi sangat relevan dengan
kebutuhan madrasah masa kini yang terus didorong menjadi lebih adaptif dan
humanis. Selain itu, webinar ini menjadi ruang refleksi bagi para pengawas untuk
terus mendorong guru-guru di bawah binaan mereka dalam merancang pembelajaran
yang bermakna dan berdampak positif bagi peserta didik.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, diharapkan pengawas madrasah semakin memperkuat peran strategisnya dalam mendampingi guru, terutama dalam transformasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, kreativitas, dan kemandirian peserta didik. (Frans/Mela Basyar)