Way Kanan, MIN 1 (Humas) - Ujian Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami materi pelajaran sesuai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, MIN 1 Way Kanan beserta Kelompok Kerja Madrasah (KKM) menggelar Pendampingan Ujian Madrasah serta Bimtek Pembuatan Kisi-Kisi dan Soal UM yang diselenggarakan di MIN 1 Way Kanan, Rabu (19/3/2025).
Kegiatan
pendampingan dan bimtek ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan bekal
kepada guru-guru di masing-masing madrasah yang bertugas menyusun soal. Acara
ini diikuti oleh 10 Kepala Madrasah, 24
guru MI swasta, dan 12 guru MIN 1 Way Kanan, serta 3 pengawas yakni Binti
Muslikah, Lindawati, dan Bambang Gunawan.
Paparan
materi pendampingan pembuatan soal Ujian
Madrasah ini disampaikan langsung oleh Meliani selaku Kepala MIN 1 Way Kanan.
Dalam kesempatannya, ia menyampaikan bahwa dalam melaksanakan Asesmen Madrasah
pasti ada yang namanya Standar Operasional (SOP). SOP ini disusun dengan tujuan
untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memastikan konsistensi dan objektivitas
penilaian, menjaga keamanan dan kerahasiaan data, serta menjaga integritas
proses asesmen di madrasah.
"Adapun
prosedur penyusunan kisi-kisi UM antara lain Kepala Madrasah menetapkan guru
penyusun kisi-kisi dan soal UM, guru madrasah menyusun kisi-kisi UM, guru
menyusun soal UM mengacu pada kisi-kisi, dan tahap terakhir yaitu validasi
instrumen UM dilakukan oleh panitia asesmen, kelompok guru pada madrasah dengan
pendampingan pengawas madrasah," imbuhnya.
"Selain
itu, Ujian Madrasah pada jenjang MI dapat berupa tes tertulis, praktik,
portofolio, penugasan, atau bentuk lain yang ditetapkan oleh madrasah. Perlu
digaris bawahi dalam asesmen ini bahwa, setiap madrasah dapat memilih salah
satu atau gabungan beberapa bentuk asesmen sesuai dengan karakteristik
kompetensi yang akan diukur," katanya.
Meliani juga mengungkapkan rasa senangnya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para guru, terutama bagi mereka yang telah ditunjuk sebagai penyusun soal UM. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, diharapkan soal-soal yang dibuat dapat menjadi alat ukur yang efektif untuk menilai pencapaian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka. (Humas)