Way Kanan, MIN 2 (Humas) - - Upaya penyelamatan bahasa daerah sebagai identitas budaya terus diperkuat di Provinsi Lampung. Perwakilan guru dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Way Kanan, Nia Agustina, resmi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 Jenjang SD/MI yang dipusatkan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung.
Dalam
kesempatan tersebut, Nia Agustina mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya
dapat mewakili madrasah. Menurutnya, kegiatan ini memberikan perspektif baru
mengenai pentingnya inovasi dalam pengajaran bahasa daerah.
"Saya
merasa sangat beruntung dapat menyerap ilmu langsung dari para ahli. Tantangan
kita ke depan adalah bagaimana mengemas bahasa Lampung agar tidak dianggap kuno
oleh siswa, melainkan menjadi sesuatu yang keren dan membanggakan untuk
digunakan sehari-hari," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Sebanyak
tujuh peserta dari kabupaten tersebut, yang berasal dari lintas instansi di
bawah naungan Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama, turut dilatih untuk
menjadi penggerak utama (master teacher) di satuan pendidikan masing-masing.
"Visi
utama dari program ini adalah menciptakan penutur muda yang aktif. Kita ingin
bahasa Lampung tidak hanya sekadar materi di dalam kelas, tetapi tetap hidup
dan digunakan oleh siswa dengan rasa bangga," ujar panitia penyelenggara
dalam keterangan resminya.
Revitalisasi
ini diharapkan mampu mengubah stigma bahwa bahasa daerah adalah bahasa yang
sulit atau kuno. Melalui pendekatan baru yang lebih kreatif, para guru dibekali
materi untuk mengajarkan bahasa Lampung dengan sukacita, guna menjamin
keberlangsungan hidup bahasa tersebut di tengah arus modernisasi yang kian
pesat. (Humas)
Penulis :
Editor : Anggithya
