Tanggamus Kemenag (Humas) -- Pada
Selasa, 25 Februari 2025, H. Muhamad Hasan Basri, S.Ag., M.M., Kepala Seksi
Pemberdayaan Agama Islam (Kasi Paki) Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Tanggamus, melakukan kegiatan monitoring di Pesantren Muna Mustofa yang
terletak di Jl. Raya Gunung Batu, Pekon Campang, Kecamatan Gisting. Kegiatan
ini bertujuan untuk memantau penggunaan dan pelaporan bantuan inkubasi bisnis
pesantren dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang diterima oleh pesantren
tersebut.
Pesantren Muna Mustofa adalah
salah satu pesantren yang mendapatkan dukungan dari pemerintah melalui bantuan
inkubasi bisnis pesantren dan BOP. Bantuan ini diharapkan dapat membantu
pesantren dalam mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan kualitas pendidikan
yang diberikan kepada santri. H. Muhamad Hasan Basri, bersama dengan staf
pelaksana PAPKI, melakukan pengecekan langsung terhadap penggunaan bantuan yang
diterima untuk memastikan program tersebut dapat berjalan dengan baik dan
efektif.
Dalam kegiatan tersebut, H. Muhamad Hasan Basri menyampaikan bahwa bantuan inkubasi bisnis pesantren bertujuan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan bagi santri. Hal ini penting agar mereka dapat mengembangkan keterampilan di bidang ekonomi yang dapat mendukung kemandirian pesantren. Selain itu, bantuan BOP diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan fasilitas yang memadai untuk menunjang operasional pesantren.
Monitoring ini juga mencakup
evaluasi terhadap laporan penggunaan anggaran yang telah diserahkan oleh pihak
pengelola pesantren kepada Kementerian Agama. Evaluasi ini dilakukan untuk
memastikan bahwa bantuan yang diterima digunakan sesuai dengan ketentuan yang
ada dan dapat dipertanggungjawabkan dengan transparan. Pihak Kementerian Agama
memberikan arahan agar pengelolaan keuangan dan operasional pesantren dapat
dilakukan dengan lebih tertib dan akuntabel ke depannya.
Selama kegiatan, H. Muhamad Hasan
Basri berkesempatan berdialog langsung dengan pengurus Pesantren Muna Mustofa.
Ia memberikan apresiasi atas pengelolaan bantuan yang telah dilakukan dengan
baik, namun juga mengingatkan agar pesantren lebih fokus pada peningkatan
kualitas pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang memberikan manfaat jangka
panjang bagi santri dan masyarakat sekitar.
Kegiatan monitoring ini menjadi salah satu bagian dari komitmen pemerintah dalam pemberdayaan pesantren. Dengan adanya bantuan inkubasi bisnis pesantren dan BOP, diharapkan pesantren-pesantren di Kabupaten Tanggamus dapat berkembang lebih baik, mandiri, dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Ke depan, program-program seperti ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kontribusi pesantren dalam pembangunan pendidikan dan ekonomi di daerah. (Frans/Mela Basyar)