Lampung Barat, MTsN 1 ( Humas) - - MTsN 1 Lampung Barat kembali mengadakan kegiatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini. Jumat 30/08/24.
Pada acara yang diadakan di Masjid Nurul Ilmi, tim dari Penyuluh KUA Kecamatan Balik Bukit serta Tim BKKBN bagian penyuluh keluarga berencana, turut hadir memberikan penyuluhan.
Kedatangan tim penyuluh ini disambut oleh Atafik, S.Pd.I.,MM., selaku Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN 1 Lampung Barat yang mewakili Kepala MTsN 1 Lambar Desi Arisandi,S.Pd.I., M.MPd.
Dalam sambutannya, Atafik menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran tim dari KUA dan BKKBN yang telah meluangkan waktu untuk memberikan edukasi kepada para siswa.
Tim dari BKKBN yang diwakili oleh Arin Fatmawati, S.I.Kom., memberikan materi mengenai kesehatan reproduksi kepada para siswa. Materi ini sangat penting mengingat usia remaja adalah masa yang krusial dalam perkembangan reproduksi, dan pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi dapat mencegah berbagai masalah di kemudian hari.
Dalam paparannya, Arin menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Arin juga mengajak para siswa untuk selalu menjaga kebersihan diri dan memahami perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka selama masa remaja. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan siswa dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
Selain itu, tim dari KUA Kecamatan Balik Bukit juga memberikan penyuluhan terkait pencegahan pernikahan anak. Pernikahan anak menjadi salah satu isu serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama di daerah-daerah dengan angka pernikahan dini yang masih tinggi.
Umi Titin Sapaan Akrabnya menyampaikan bahwa pernikahan dini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental anak. Mereka juga menjelaskan bahwa pernikahan pada usia anak dapat mengganggu pendidikan dan masa depan anak tersebut. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mengetahui dampak buruk dari pernikahan dini dan bagaimana cara mencegahnya.
Kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh para siswa MTsN 1 Lampung Barat. Mereka terlihat aktif bertanya dan berdiskusi dengan para penyuluh. Hal ini menunjukkan bahwa para siswa memiliki minat yang tinggi untuk mengetahui lebih jauh tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan anak.
Selain itu, Nafisah juga memberikan tips praktis kepada siswa tentang cara menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari pernikahan dini. Salah satu tips yang disampaikan adalah pentingnya berkomunikasi dengan orang tua atau guru jika menghadapi masalah yang terkait dengan kesehatan reproduksi atau pernikahan.
Kepala MTsN 1 Lampung Barat, Desi Arisandi, S.Pd.I., M.MPd., dalam pernyataan tertulisnya yang dibacakan oleh Kaur TU, mengapresiasi kegiatan ini.
Menurutnya, penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa, terutama dalam menghadapi tantangan di masa remaja. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin.
Lebih lanjut, Desi Arisandi juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan instansi pemerintah, seperti KUA dan BKKBN, dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, MTsN 1 Lampung Barat menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang menyeluruh kepada para siswanya. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam hal kesehatan dan moralitas.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari pernikahan dini, sehingga mereka dapat meraih masa depan yang lebih cerah dan sukses. (Betrik/Mela Basyar)
