Bumi Ratu Nuban, KUA (Humas) — Bulan Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun baru Islam, tetapi juga menghadirkan pesan penting tentang kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai itulah yang terus dihidupkan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya dalam Pengajian Muharram dan Santunan Anak Yatim Piatu yang digelar Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Bulusari, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kamis (2/7/2026), dengan turut melibatkan Kantor Urusan Agama setempat.
Dalam kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Bumi Ratu Nuban diwakili oleh Penyuluh Agama Islam Susi Karneli, S.Ag., M.H., bersama jajaran penyuluh agama lainnya sebagai bentuk partisipasi aktif Kementerian Agama dalam mendukung kegiatan keagamaan yang memiliki dampak langsung terhadap penguatan nilai sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pengajian yang mengangkat makna spiritual bulan Muharram sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat ketakwaan, serta membangun kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk implementasi nyata ajaran Islam yang menempatkan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi berbagi kepada anak yatim di bulan Muharram menjadi simbol bahwa nilai-nilai keagamaan harus hadir dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Susi Karneli, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa momentum Muharram seharusnya menjadi ruang refleksi bersama untuk menumbuhkan budaya kepedulian sosial yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan anak-anak yatim bukan hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, serta lingkungan sosial yang terus memberikan ruang tumbuh secara sehat dan bermartabat.
"Muharram mengajarkan kita bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah, tetapi juga bagaimana kita hadir dan memberi manfaat kepada sesama. Kepedulian terhadap anak yatim harus terus menjadi budaya bersama, karena di situlah nilai kemanusiaan dan ajaran Islam berjalan beriringan," ujar Susi Karneli.
Partisipasi KUA dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya hadir melalui administrasi dan pembinaan formal, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam mendorong tumbuhnya gerakan sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat. Semangat berbagi yang tumbuh di bulan Muharram diharapkan terus menjadi energi bersama untuk membangun lingkungan yang religius, saling peduli, dan mampu menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Humas Lampung Tengah