Lampung Utara, Kemenag (Humas). Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-X Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., S.H., M.H., di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Utara, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Revitalisasi Peran MUI Lampung Utara Bersama Pemerintah dalam Mewujudkan Masyarakat Religius dan Berakhlak Mulia.”
Dalam sambutannya, Romli menegaskan bahwa MUSDA bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi kebijakan dan program kerja MUI ke depan. Selain itu, MUSDA juga menjadi wahana penting dalam memilih kepemimpinan MUI yang amanah, berintegritas, serta mampu menjawab berbagai tantangan umat.
Tantangan umat Islam saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ibadah dan akidah, tetapi juga tantangan sosial, budaya, dan moral. Salah satu fenomena yang dinilai memprihatinkan adalah maraknya caci maki, ujaran kebencian, serta saling menghujat, baik di ruang publik maupun di media sosial. Ungkapnya
“Dalam konteks inilah peran MUI menjadi sangat strategis dan menentukan. MUI memiliki posisi moral dan keagamaan yang kuat untuk menjadi penyejuk, penuntun, sekaligus pemersatu umat,” ujar Romli.
Romli berharap MUI Kabupaten Lampung Utara terus tampil sebagai teladan dalam menyampaikan dakwah yang santun, menyejukkan, dan mencerahkan, serta mampu meredam potensi konflik yang bersumber dari perbedaan pandangan maupun kepentingan.
Lebih lanjut Romli mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara memandang persatuan umat sebagai modal sosial yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan MUI harus terus diperkuat dengan semangat persatuan, saling menghormati, dan saling menguatkan.
“Saya berharap MUI dapat terus menguatkan perannya dalam menanamkan nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah, mengedukasi umat agar bijak bermedia sosial, menjauhi budaya saling menghujat, serta menegaskan pentingnya adab dalam beragama dan bermasyarakat, semoga melalui MUSDA ke-X ini akan lahir gagasan-gagasan strategis serta kepengurusan MUI yang solid dan mampu menjadi pengayom umat Islam di Kabupaten Lampung Utara.” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Totong Sunardi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap penguatan peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat. “Keberadaan MUI sangat penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama. Kementerian Agama siap bersinergi dengan MUI dalam memperkuat moderasi beragama, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia,” ujar Totong. (DW/AD/LS/Mela Basyar)
