TANGGAMUS KEMENAG (Humas) – Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Tanggamus menghadiri pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI)
tingkat Provinsi Lampung tahun 2025 yang berlangsung pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi
Lampung.
Delegasi Tanggamus dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag, M. Aris Rayusman, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Mardanus, Kasi Pendidikan Madrasah, Musannip, pelaksana, serta segenap jajaran terkait. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan OMI sebagai ajang peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Dalam susunan kepanitiaan, Kepala Kemenag Tanggamus
bertindak sebagai pengarah, Kasubbag Tata Usaha sebagai penanggung jawab, dan
Kasi Pendidikan Madrasah sebagai ketua panitia. Beberapa staf lainnya juga
dilibatkan sebagai sekretaris, bendahara, serta koordinator bidang teknis,
seperti transportasi, penginapan, dan konsumsi.
Selain pejabat struktural, dukungan juga datang dari kepala madrasah, guru, dan staf di lingkungan Kemenag Tanggamus. Mereka ditugaskan sebagai anggota, pendamping, maupun pengemudi, sehingga total 24 nama tercantum dalam daftar surat tugas yang diajukan untuk mendukung jalannya kegiatan OMI.
Pada kesempatan itu, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang
Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, yang hadir mewakili Gubernur Lampung
menyampaikan bahwa OMI bukan hanya sekadar perebutan piala atau gelar juara,
melainkan membangun ekosistem kompetisi yang sehat. “OMI menjadi wahana
strategis untuk mengasah kecerdasan, melatih disiplin, menumbuhkan sportivitas,
serta memperkuat karakter Islami peserta didik. Kita ingin anak-anak Lampung
tumbuh sebagai generasi yang produktif, visioner, dan mampu menjawab tantangan
zaman,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan persiapan yang matang,
Kemenag Tanggamus optimistis delegasi yang dikirim dapat memberikan hasil
terbaik. Kehadiran mereka pada pembukaan OMI 2025 menjadi langkah awal untuk
mengukir prestasi sekaligus memperkuat eksistensi madrasah di Provinsi Lampung. (Frans/Mela Basyar)
