Tanggamus Kemenag (Humas) --
Analis Data dan Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Tanggamus, Dicky Sabda Syuhada, S.Pd. Jas, bersama Penyusun
Laporan dan Pengelola Keuangan, Dedi Irawantama, S.Pd.I, turut berpartisipasi
dalam kegiatan sinkronisasi data dan penyusunan pagu anggaran program
pendidikan Islam tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung intensif untuk memastikan
akurasi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan Islam di
Kabupaten Tanggamus.
Kegiatan yang diadakan pada 4
Oktober 2024 tersebut melibatkan sejumlah pejabat dan staf dari Kementerian
Agama Kabupaten Tanggamus. Mereka bersama-sama melakukan verifikasi data yang
relevan guna mendukung optimalisasi alokasi dana untuk program-program
pendidikan Islam di tahun mendatang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan yang berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dicky Sabda Syuhada menyampaikan
pentingnya sinkronisasi data dalam penyusunan pagu anggaran agar perencanaan
keuangan berjalan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan. “Data yang
akurat menjadi dasar penting untuk menentukan alokasi anggaran yang tepat,
sehingga seluruh program dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Dedi Irawantama
menambahkan bahwa transparansi anggaran juga menjadi fokus utama dalam kegiatan
ini. Menurutnya, setiap rupiah yang dialokasikan harus dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik. “Dengan anggaran yang transparan, diharapkan
tidak ada penyimpangan dalam penggunaannya, dan ini akan berdampak langsung
pada peningkatan mutu pendidikan Islam di Tanggamus,” jelasnya.
Kegiatan sinkronisasi ini juga
membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan anggaran
pendidikan, terutama terkait dengan perubahan regulasi dan kebutuhan yang
dinamis. Para peserta sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi antarbidang
guna memastikan program pendidikan berjalan sesuai dengan rencana.
Dengan sinkronisasi data dan
penyusunan anggaran yang akurat, diharapkan program-program pendidikan Islam di
Kabupaten Tanggamus dapat semakin berkualitas dan memberikan dampak positif
bagi generasi penerus bangsa. (Frans/Mela Basyar)
