Way Kanan, KUA Kasui (Humas) - - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kasui, Muhammad Rifky Rahmy Al-Bantani menghadiri sekaligus memimpin doa pada kegiatan Manasik Haji anak-anak dalam rangka Gebyar Anak RA Islami se-kabupaten Way Kanan yang mengusung tema “Kegiatan Manasik Senang Hatiku, Naik Haji Cita-Citaku”, yang berlangsung di pelataran Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin, Kampung Jaya Tinggi, Kecamatan Kasui, Minggu, 30 November 2025.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam tersebut
sekaligus mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan yang
berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh
guru dan pengelola Raudhatul Athfal yang terus berinovasi dalam menghadirkan
pembelajaran bermakna bagi peserta didik sejak usia dini.
Menurutnya, kegiatan manasik haji untuk
anak-anak bukan hanya bentuk pengenalan rukun Islam yang kelima, tetapi juga
sarana menanamkan nilai ketaatan, disiplin, dan kemandirian. “Kegiatan seperti
ini sangat penting sebagai fondasi pendidikan agama sejak dini. Anak-anak
belajar bukan hanya melalui teori, tetapi juga praktik yang menyenangkan dan
sesuai tahap usia mereka,” ujarnya.
Ia juga memberikan doa dan harapan agar
kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada ibadah haji
serta memperkuat karakter spiritual mereka. Doa bersama dipimpin dengan
khidmat, diikuti para guru, orang tua, dan seluruh peserta yang memenuhi area
kegiatan dengan suasana penuh keceriaan.
Gebyar Anak RA Islami ini dirancang sebagai
wadah ekspresi, kreativitas, dan pembinaan akhlak bagi peserta didik. Melalui
simulasi manasik haji, anak-anak diperkenalkan pada rangkaian ibadah seperti
thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga melontar jumrah, yang dikemas secara
edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian pesan moral
tentang pentingnya menjaga semangat belajar agama serta menumbuhkan cita-cita
mulia sejak usia dini. Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan terus mendorong
lembaga pendidikan di bawah binaannya untuk menghadirkan program-program
pembelajaran yang kreatif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan
karakter.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan anak-anak RA semakin mengenal nilai-nilai spiritual Islam dan memiliki pengalaman bermakna yang menjadi bekal berharga dalam perjalanan pendidikan mereka ke depan. (Imama/Oksi/Dhany)
Editor: Fadilah