Tanggamus, MTsN 2 (Humas) - Pendidikan inklusi adalah sistem pendidikan yang memungkinkan anak-anak dengan dan tanpa berkebutuhan khusus untuk belajar bersama-sama di satu lingkungan yang sama. Sistem layanan pendidikan inklusi mengatur agar siswa dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.
Dalam rangka menjalankan visi dan misi Madrasah Maju Bermutu Mendunia untuk
menjadikan tahun ini menjadi lompatan menjadi pribadi yang unggul, maka Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung mengundang Kepala-kepala Madrasah Negeri se-provinsi Lampung pada acara Pengukuhan Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Provinsi Lampung, Jumat (1/11). Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB s.d selesai bertempat di Aula Sai Batin.
Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil, Dr. Puji Raharjo ini tidak hanya membahas mengenai pengukuhan FPMI melainkan juga beragendakan Rapat Koordinasi Kepala Madrasah se-Provinsi Lampung dan Training Motivasi One Minute Awareness.
Kakanwil menyampaikan pentingnya pendidikan inklusif sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ataupun kondisi fisik dan mental peserta didik.
"Dengan dibentuk dan dikukuhkannya Forum Pendidik Madrasah Inklusi ini, diharapkan para pendidik dapat lebih berkolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya bagi siswa dengan kebutuhan khusus di madrasah. Pendidikan inklusif adalah bagian dari komitmen kita untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam dunia pendidikan," ujar Kakanwil.
"Tidak hanya itu, diharapkan setiap guru madrasah juga dapat menemukan semangat perubahan yang ada dalam diri dan madrasah. Mari kita dorong partisipasi aktif untuk membangun organisasi yang lebih kuat dan responsif. Sebuah organisasi harus ada sinergi antara semua pengurus dan juga dengan pemerintah, madrasah-madrasah yang ada serta seluruh stakeholder," lanjutnya.
Kemudian Kakanwil berharap kepada pengurus yang baru saja dikukuhkan untuk segera menyusun program kerja supaya bagaimana madrasah kita ke depan dapat dikelola dengan sebaik-baiknya, karena madrasah tidak akan maju kalau kepala, guru serta seluruh civitasnya tidak memiliki visi. (Adm/Mela Basyar)
