Tanggamus Kemenag (Humas) -- Provinsi
Lampung kembali mencatat sejarah baru dalam pengembangan wakaf. Pada awal tahun
2025, Aula Sai Batin, Kanwil Kemenag Lampung, menjadi saksi pelantikan pengurus
Badan Wakaf Indonesia (BWI) perwakilan Provinsi Lampung periode 2024–2027.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kasi Bimbingan
Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Tanggamus, H. Saiful Arfan, S.Ag.,
M.Pd.I., yang didampingi Plt. Penzawa Muzammi Syafe’i, S.Ag.
Namun, pelantikan ini bukanlah sekadar acara seremonial. Momen tersebut juga diisi dengan peluncuran dan sosialisasi program Wakaf Uang khusus bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Lampung. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkenalkan generasi muda pada potensi besar wakaf uang sebagai alat pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami ingin memupuk kesadaran
wakaf sejak dini,” ungkap H. Saiful Arfan. "Program ini adalah bagian dari
upaya kita membangun generasi muda yang peduli, inovatif, dan sadar akan
pentingnya wakaf sebagai pilar ekonomi syariah." Beliau juga menegaskan
bahwa edukasi wakaf sejak di bangku sekolah merupakan kunci masa depan
pengelolaan wakaf yang lebih modern dan transparan.
Peserta kegiatan ini mencakup
siswa, tenaga pendidik, pengurus BWI, serta sejumlah pejabat Kemenag. Dalam
sambutannya, Muzammi Syafe’i menjelaskan, "Wakaf uang adalah bukti nyata
bahwa wakaf tidak selalu tentang lahan atau bangunan. Ini adalah bentuk wakaf
yang sangat relevan di era digital dan dapat memberikan dampak yang besar bagi
masyarakat." Dengan program ini, pihaknya berharap ekosistem wakaf di
Lampung semakin inklusif dan produktif.
Peluncuran program Wakaf Uang
bagi siswa MAN ini disambut antusias oleh peserta yang hadir. Sosialisasi yang
dilakukan juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan
dan pengelola wakaf untuk membangun kepedulian sosial yang lebih luas. Dalam
sesi tanya jawab, siswa menunjukkan ketertarikan besar untuk berkontribusi
secara nyata, sebuah bukti bahwa anak muda mulai menyadari potensi besar wakaf
sebagai salah satu instrumen pemberdayaan.
Dengan semangat yang tercermin
dalam acara ini, Provinsi Lampung menunjukkan komitmen yang kuat dalam
mengembangkan pengelolaan wakaf yang berbasis teknologi dan relevan dengan
kebutuhan masyarakat modern. Langkah ini bukan hanya menjadi tonggak penting bagi
Lampung, tetapi juga diharapkan menjadi inspirasi bagi provinsi lainnya dalam
memperkuat peran wakaf sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat.
Kegiatan pelantikan dan sosialisasi ini menjadi awal yang menjanjikan untuk masa depan wakaf di Indonesia. Dengan peran serta generasi muda, pengelolaan wakaf diharapkan mampu menciptakan dampak besar bagi pemberdayaan umat yang lebih baik. “Ini baru awal dari perubahan besar,” ujar salah satu peserta acara dengan penuh optimisme.(Frans/Mela Basyar)