Search

Pelepasan JCH Lambar Tahun 2025, Jaga Kebersamaan dan Solidaritas dalam Ibadah Haji

pelepasan-jch-lambar-tahun-2025-jaga-kebersamaan-dan-solidaritas-dalam-ibadah-haji
Fotografer: Humas Kanwil

‎Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Sebanyak 317 orang Jemaah mengikuti Pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) Tahun 2025. Tampak hadir Bupati Lambar Parosil Mabsus, Wakil Bupati Lambar Madhasnurin, Plt. Kepala Kankemenag Lambar Miftahus Surur, S.Ag.,M.Si, Plt. PHU Hj. Linda Susilawati, S.Ag.,M.Ag, Kabag Kesra, TNI, Polri. Bertempat di Islamic Center Kabupaten Lampung Barat. Kamis, 22 Mei 2025.

‎Mengawali sambutan, Plt Kepala Kantor Kemenag Lampung Barat Miftahus Surur melaporkan bahwa, total ada 317 JCH yang akan berangkat tahun ini, namun dibagi menjadi beberapa kloter keberangkatan.

‎"Total ada 317 JCH yang akan berangkat, hari ini ada 311 JCH yang berangkat, kemudian pada tanggal 25 Mei mendatang ada 4 orang yang ikut JKG 56 dan tanggal 28 Mei 2 orang ikut JKG 61," ungkapnya.

‎Tahun ini ada salah satu jemaah yang tertunda keberangkatannya dikarenakan sakit, yakni jemaah asal Bandar Negeri Suoh (BNS), jemaah yang gagal diberangkatkan tahun ini akan diberangkatkan di tahun berikutnya.

‎"Jadi untuk jemaah yang tertunda keberangkatan nya tahun ini akan diberangkatkan tahun berikutnya jika kondisi kesehatan sudah memungkinkan. Untuk jemaah termuda dari Lambar ada Bilqis Dwina Adinda usia  21 tahun 5 bulan dari Air Hitam," katanya.

‎"Untuk jemaah tertua ada Dulah Aspari Somo usia 91 tahun 6 bulan dari kecamatan BNS, mudah-mudahan seluruh jemaah bisa menjalankan ibadah haji dengan baik hingga kepulangan mereka kembali ke rumah masing-masing," imbuhnya.

‎Di tempat yang sama, Bupati Lambar Parosil Mabsus menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan membangun solidaritas antar jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya soal fisik, tetapi juga spiritualitas dan kebersamaan. “Para jemaah harus saling mengingatkan dan saling mengajak dalam kebaikan," kata dia saat menyampaikan sambutan.

‎"Yang muda hendaknya memperhatikan dan membantu yang lebih tua. Insya Allah, akan ada kekuatan dari Allah yang memberikan kesehatan kepada para jemaah agar dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan sempurna," sambungnya.

‎Terakhir, Ia menjelaskan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah, telah dibentuk regu-regu jemaah agar bisa saling bergotong royong, prinsip tolong-menolong harus menjadi ruh dalam setiap langkah ibadah haji, apalagi dalam menghadapi kondisi yang mungkin menantang.

‎“Yang sehat harus membantu yang sakit. Kita tidak boleh sombong, jangan pernah ada rasa tinggi hati dalam diri kita saat menjalankan ibadah haji. Justru, ini adalah momen untuk mempertebal keimanan dan memperbanyak amal kebaikan," tutupnya. (Boy/K.TU/Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil