Way Kanan, MAN 1 (Humas). Proktor MAN 1 Way Kanan, Kayin Basuki, mengikuti kegiatan pemantauan Tes Kompetensi Akademik (TKA) gelombang pertama secara daring. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memastikan kelancaran dan keakuratan pelaksanaan TKA berbasis komputer (CBT). Pemantauan dilakukan melalui platform daring resmi yang terhubung dengan pusat data Kementerian Agama, melibatkan seluruh proktor madrasah di berbagai daerah.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Kayin Basuki berperan aktif dalam memastikan kesiapan teknis sistem ujian, mulai dari jaringan internet, server lokal, hingga sinkronisasi data peserta. Proktor juga melakukan verifikasi terhadap data peserta ujian untuk memastikan tidak terjadi kesalahan identitas maupun kendala teknis selama proses pelaksanaan TKA. Melalui forum daring tersebut, para proktor diberikan arahan langsung oleh tim teknis pusat terkait prosedur pengawasan dan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi gangguan sistem selama ujian berlangsung.
Kegiatan pemantauan TKA daring ini mencerminkan penerapan teknologi informasi dalam sistem evaluasi pendidikan yang semakin adaptif dan efisien. Menurut teori manajemen pendidikan modern, penggunaan sistem daring dalam pengawasan ujian mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan evaluasi akademik. Peran proktor menjadi sangat strategis dalam menjembatani aspek teknis dan administratif agar pelaksanaan TKA berjalan sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Keterlibatan Proktor MAN 1 Way Kanan dalam kegiatan pemantauan daring ini menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung digitalisasi sistem pendidikan dan peningkatan mutu evaluasi akademik. Dengan kesiapan teknis yang matang dan partisipasi aktif dari tenaga pendidik seperti Kayin Basuki, diharapkan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) gelombang pertama tahun 2025 dapat berjalan lancar, objektif, dan berintegritas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mewujudkan sistem pendidikan yang modern dan berkualitas. (Joe)
Editor: Fadilah