Search

Pembimas Katolik Dampingi YPSK Provinsi Lampung Kunjungi MIN 1 Lampung Timur Rancang Program Sekolah Bebas Kekerasan

pembimas-katolik-dampingi-ypsk-provinsi-lampung-kunjungi-min-1-lampung-timur-rancang-program-sekolah-bebas-kekerasan
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Edi Sulistiono, bersama Ketua Pelaksana Lembaga Dana Atmaja (LDA) Maryoto dan tim Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK) Provinsi Lampung, melakukan audiensi ke MIN 1 Lampung Timur pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Kehadiran mereka disambut oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Timur, Indra Jaya, dan Kepala MIN 1 Lampung Timur, Darsono, Camat Slamet, Ketua Komite MIN 1 Lampung Timur, Pengawas Madrasah, dan tamu undangan lainnya. 


Edi Sulistiono menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Kanwil Kemenag Provinsi Lampung untuk menjadikan MIN 1 Lampung Timur sebagai Pilot Project Program Sekolah Bebas Kekerasan di Kabupaten Lampung Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Edi Sulistiono menekankan pentingnya peran madrasah dalam membentuk karakter anak-anak yang berbudi pekerti luhur dan bebas dari kekerasan. "Sekolah adalah tempat di mana anak-anak kita belajar dan berkembang. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memastikan lingkungan ini bebas dari segala bentuk kekerasan dan mendukung perkembangan positif anak-anak," ujarnya.

Edi menegaskan perlunya kerja sama antar semua pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang agama, dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan," tambahnya.


Kepala Kemenag Kabupaten Lampung Timur, Indra Jaya, menyambut baik inisiatif ini. "Saya mendukung langkah menjadikan MIN 1 Lampung Timur sebagai Pilot Project Program Sekolah Bebas Kekerasan demi menciptakan Madrasah Ramah Anak. Ini bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan karakter anak-anak," kata Indra Jaya.

Indra juga menekankan pentingnya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai luhur yang dapat mencegah kekerasan. "Kami akan mendukung sepenuhnya program ini dan memastikan seluruh elemen madrasah terlibat aktif dalam menciptakan budaya sekolah yang positif dan berbudi pekerti," tuturnya.

Kepala MIN 1 Lampung Timur, Darsono, menyambut positif inisiatif tersebut. "Kami sangat mengapresiasi pemilihan MIN 1 Lampung Timur sebagai lokasi Pilot Project Program Sekolah Bebas Kekerasan. Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan di madrasah kami," ujarnya.

Darsono menegaskan komitmennya untuk mendukung program ini dengan segenap kemampuan. "Kami akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan MIN 1 Lampung Timur menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter anak-anak dan bebas dari kekerasan," tambahnya.


Audiensi diakhiri dengan pemaparan oleh YPSK Provinsi Lampung mengenai implementasi program tersebut.(Anggithya/Baihaqi)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil