Search

Pembimas Kristen Lampung: Lindungi Alam, Lestarikan Iman Lewat Ekoteologi

pembimas-kristen-lampung-lindungi-alam-lestarikan-iman-lewat-ekoteologi
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Enneri Gultom, menegaskan pentingnya gereja mengambil peran aktif dalam pelestarian lingkungan sebagai bagian dari wujud nyata iman. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Gereja Ramah Lingkungan dan Pembentukan Satgas GRL GPIB Mupel Lampung yang digelar pada Sabtu (26/7/2025) di GPIB Beth Tefilah Hanura, Kabupaten Pesawaran.

“Melindungi alam berarti juga melestarikan iman. Gereja tidak boleh diam terhadap krisis lingkungan. Ekoteologi menjadi panggilan iman kita untuk bertindak nyata demi bumi yang Tuhan ciptakan,” ujar Enneri dalam sambutannya yang disambut antusias para peserta yang terdiri dari pimpinan gereja, majelis jemaat, dan perwakilan lintas lembaga.

Ekoteologi, menurut Enneri, adalah studi yang menghubungkan ajaran agama dengan kesadaran ekologi. Ia menegaskan bahwa iman Kristen seharusnya mendorong umat untuk bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan, sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Pencipta.

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon mangrove oleh para peserta di sekitar area pantai. Aksi ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga gerakan berkelanjutan yang menyatu dalam pelayanan gereja.

“Mangrove hijau, pantai terjaga, Lingkungan seimbang, alam sejahtera. Kita jaga, kita tanam dengan gembira, agar anak cucu kita dapat menikmatinya,” tuturnya.

"Dengan semangat ekoteologi, gereja-gereja GPIB di Lampung diharapkan mampu menjadi pelopor gereja hijau yang memuliakan Tuhan lewat tindakan nyata menjaga bumi," tandasnya.


Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua Panitia Pdt. Adventino Ekaristi Priyonggo, perwakilan Dinas Kehutanan Sumardi (KJF Penyuluh), perwakilan PGIW Lampung Pdt. Hendri Sitompul, Ketua MUPEL Lampung Pdt. Marco Y. Kumendong, Sekdes Hanura Yudi Apriyanto, dan tim Departemen GERMASA GPIB yang dipimpin oleh Pdt. Herlin Kunu. Turut hadir pula para pendeta dan jemaat GPIB se-Lampung.

Dalam sesi sosialisasi, Pdt. Ester sebagai pengkhotbah mengajak seluruh peserta untuk menjaga alam dan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. “Sesuai Firman Tuhan, kita dipanggil untuk mengelola bumi, bukan merusaknya. Iman harus menyentuh realitas lingkungan hidup kita hari ini,” ujarnya.

Pembentukan Satgas Gereja Ramah Lingkungan (GRL) GPIB Mupel Lampung menjadi langkah strategis untuk mewujudkan gereja sebagai pelopor gerakan cinta lingkungan. 

Pdt. Herlin Kunu dari GERMASA menyampaikan bahwa gereja perlu bertobat dari sikap abai terhadap lingkungan dan mulai menumbuhkan semangat tanggung jawab ekologis dalam pelayanan.

Senada, perwakilan PGIW Lampung Pdt. Hendri Sitompul menyampaikan bahwa gereja tidak hanya bertugas membina kerohanian umat, tetapi juga bertanggung jawab dalam merawat ciptaan Tuhan. “Mari kita rawat lingkungan sebagai bagian dari iman kita. Satgas GRL ini adalah awal dari pelayanan gereja yang lebih peduli terhadap alam,” katanya.(Anggithya)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil