Search

Pembimas Kristen: Menjaga Alam Adalah Bentuk Iman yang Hidup

pembimas-kristen-menjaga-alam-adalah-bentuk-iman-yang-hidup
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Enneri Gultom, mengajak para siswa SMTK Setia Lampung untuk menanamkan semangat cinta lingkungan sebagai bentuk nyata dari iman yang hidup. Aksi simbolik ini diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon yang berlangsung di lingkungan sekolah di Dusun Trimukti, Desa Karangrejo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (31/7).

Kegiatan bertajuk “Ekoteologi: Iman yang Menjaga Bumi” itu dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan apel pembukaan yang diikuti oleh para siswa, guru, penyuluh agama Kristen, serta tamu undangan. Sebanyak 12 pohon ditanam secara bersama-sama di halaman sekolah sebagai simbol keterlibatan langsung umat Kristen dalam merawat bumi sebagai ciptaan Tuhan.

Dalam sambutannya, Pembimas Kristen menekankan bahwa aksi pelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari spiritualitas umat beragama.

“Sekolah harus mengambil peran aktif dalam pelestarian lingkungan sebagai bagian dari wujud nyata iman. Menjaga keseimbangan antara manusia dan alam adalah bentuk tanggung jawab moral dan spiritual,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada siswa agar memiliki rasa tanggung jawab untuk terus merawat lingkungan sekitar, bukan hanya saat peringatan hari tertentu, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan hidup.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Lampung, AKBP Jhonson Sihotang, yang juga memberikan arahan kepada siswa.

“Menanam saja tidak cukup, kalian harus menyiram dan merawatnya. Kalau tidak, tanaman akan mati. Maka dari itu, cinta lingkungan harus dimulai dari tindakan sederhana dan konsisten,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMTK Setia Lampung, Ninto Dey, mengucapkan terima kasih kepada Pembimas Kristen dan MUKI Lampung atas perhatian dan dukungan terhadap pendidikan karakter dan lingkungan di sekolah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat nilai-nilai iman melalui tindakan konkret,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah sederhana antara para tamu dan seluruh warga sekolah. Momentum ini menjadi bukti bahwa nilai keagamaan dapat berpadu dengan kepedulian ekologis dalam membentuk karakter siswa yang beriman sekaligus peduli terhadap bumi.(Anggithya)



Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil