Lampung (Humas) – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, mengajak para dai dan daiyah, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah, untuk menggaungkan dakwah yang sejuk dan inklusif. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara pembinaan yang digelar pada Selasa (27/5) di Aula Kantor Kementerian Agama Lampung Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Erwinto menekankan pentingnya peran dai
dan daiyah sebagai ujung tombak dalam penyampaian pesan agama yang menyejukkan
dan merangkul seluruh lapisan masyarakat.
“Dakwah
merupakan tugas mulia yang tidak hanya menjadi kewajiban para dai dan tokoh
agama, tetapi juga bagian dari upaya membangun kehidupan beragama yang
harmonis, moderat, dan beradab,” ujar Erwinto.
Ia
menjelaskan bahwa pelaku dakwah harus menjalankan tugasnya dengan mengedepankan
prinsip profesionalisme, moderasi beragama, serta ketaatan pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
“Dakwah harus
menjadi sarana untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama dan menjaga
persatuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus menjunjung tinggi nilai moderasi
beragama dan menghindari sikap ekstrem yang dapat memecah belah masyarakat,”
tuturnya.
Erwinto juga
menegaskan bahwa dakwah harus dilaksanakan dengan etika yang santun serta tidak
menyebarkan ujaran kebencian antar kelompok. “Dakwah sejuk dan inklusif adalah
kunci untuk membangun kerukunan dan memperkuat tali persaudaraan antarumat
beragama,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan para dai dan daiyah untuk terus
meningkatkan kemampuan berdakwah dengan pendekatan yang ramah, adaptif terhadap
perkembangan zaman, serta mampu menjawab tantangan sosial melalui pemanfaatan
media sosial dan teknologi digital secara bijak.
“Dengan
pendekatan inklusif, dakwah akan lebih mudah diterima oleh semua lapisan
masyarakat dan memperkuat ukhuwah,” tambahnya.
Plt. Kepala
Kanwil Kemenag Provinsi Lampung juga menegaskan pentingnya sinergi antara dai,
pemerintah, dan masyarakat dalam menjalankan dakwah.
“Pelaksanaan dakwah bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama untuk membangun kehidupan beragama yang harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Lampung Tengah Maryan
Hasan dalam laporannya H. Maryan Hasan menyampaikan bahwa pembinaan ini
merupakan bentuk komitmen Kemenag dalam memperkuat kapasitas para dai agar
mampu menyampaikan dakwah secara santun, bijaksana, dan sesuai dengan konteks
kebangsaan.
“Kegiatan ini menghadirkan 80 peserta dari seluruh kecamatan
se-Kabupaten Lampung Tengah,” bebernya.
"Kami ingin para dai dan daiyah tidak hanya menyampaikan
pesan keagamaan, tetapi juga menjadi agen perdamaian yang menjunjung
nilai-nilai toleransi dan persatuan," ujar Maryan.
Selepas pembinaan, Erwinto melakukan monitoring pembangunan Gedung
Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kabupaten Lampung Tengah.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan lancar
sesuai target waktu dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
“Gedung PLHUT ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan pelayanan haji dan umrah bagi masyarakat Lampung. Kami ingin memastikan pembangunan fasilitas ini berjalan optimal demi kenyamanan jamaah,” pungkasnya.(Anggithya/Abdul Aziz/Baihaqi)