Tanggamus Kememnag (Humas) --
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan di lingkungan masjid dan
mushola, Muzammi Syafe’i, S.Ag., selaku Penyusun Administrasi Kepenghuluan
bersama tim pelaksana, melaksanakan kegiatan pembinaan, validasi, dan pendekatan
perpustakaan di tiga masjid di wilayah Tanggamus. Ketiga masjid tersebut adalah
Masjid Jami’ Al-Ikhlas Kotaagung, Masjid Babussalam Kotaagung, dan Masjid
Al-Munawaroh Gisting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam pengembangan wawasan keislaman melalui literasi. Perpustakaan masjid diharapkan menjadi ruang edukatif yang dapat dimanfaatkan oleh jamaah, terutama generasi muda, untuk memperdalam pengetahuan agama dan nilai-nilai keislaman.
Dalam pelaksanaannya, tim
melakukan validasi terhadap keberadaan dan pengelolaan perpustakaan masjid,
termasuk ketersediaan koleksi buku, pencatatan administrasi, serta sistem
sirkulasi peminjaman. Masjid yang telah memiliki perpustakaan diarahkan untuk melakukan
pembenahan agar lebih tertata dan fungsional, sementara yang belum memiliki
didorong untuk memulai pengembangan secara bertahap.
Tak hanya aspek teknis, pendekatan juga dilakukan melalui dialog dan motivasi kepada para pengurus masjid agar lebih peduli dan terlibat aktif dalam mengelola perpustakaan. Menurut Muzammi Syafe’i, perpustakaan masjid bisa menjadi jembatan penting antara masjid dengan masyarakat sekitar, terutama dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan membangun.
Selain pembinaan, tim juga
menyampaikan beberapa panduan teknis dalam mengelola perpustakaan, mulai dari
klasifikasi buku, penataan rak, hingga pentingnya digitalisasi koleksi di masa
mendatang. Hal ini ditujukan agar perpustakaan masjid tidak hanya sekadar
menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan menjadi pusat aktivitas keilmuan
yang dinamis dan menarik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masjid-masjid yang telah dikunjungi dapat menjadi contoh bagi masjid lainnya dalam memaksimalkan fungsi perpustakaan sebagai bagian dari dakwah dan pendidikan umat. Pembinaan seperti ini ke depannya akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kelembagaan masjid yang inklusif dan berdaya guna. (Frans/Mela Basyar)
