Search

Pendapat Guru BK MAN 1 Pringsewu tentang Murid Nakal yang Dikirim ke Barak

pendapat-guru-bk-man-1-pringsewu-tentang-murid-nakal-yang-dikirim-ke-barak
Fotografer: Humas Kanwil

Pringsewu, Belakangan ini, metode pembinaan terhadap siswa yang bermasalah kembali menjadi perbincangan hangat. Salah satu metode yang kini mulai diterapkan di beberapa daerah adalah mengirim siswa yang melakukan pelanggaran ke barak untuk mendapatkan pembinaan kedisiplinan secara intensif.

Langkah ini menuai pro dan kontra. Namun, sebagian pihak memberikan dukungan penuh, termasuk Siti Aminah, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di MAN 1 Pringsewu.

“Saya sangat setuju, karena pendekatan seperti ini bisa membantu anak menjadi lebih disiplin dan mampu menata masa depan. Mereka jadi punya pola hidup yang jelas dan terstruktur. Bahkan kalau memungkinkan, metode ini juga bisa diterapkan di MAN 1 Pringsewu,” ujar Siti Aminah, Jumat (23/5/2025).

Menurutnya, pembinaan di barak bukan sekadar bentuk hukuman, melainkan upaya pendidikan yang lebih menekankan pembentukan karakter dan rasa tanggung jawab. Pendekatan ini dinilai mampu menyentuh sisi mental dan perilaku siswa secara lebih menyeluruh.

“Metode ini sangat efektif untuk mengubah perilaku anak yang sebelumnya suka membuat keributan atau terlibat dalam kenakalan remaja. Mereka jadi lebih tahu mana yang baik dan buruk, dan tidak mudah terbawa arus pergaulan yang salah,” tambahnya.

Pembinaan di barak umumnya melibatkan kegiatan fisik, pelatihan disiplin waktu, kerja sama dalam kelompok, serta penguatan mental dan spiritual. Semua dirancang untuk membentuk pribadi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab ketika siswa kembali ke lingkungan sekolah.

Pihak sekolah pun diharapkan mulai mempertimbangkan metode ini sebagai alternatif penanganan siswa bermasalah, tentu dengan catatan bahwa pelaksanaannya tetap berlandaskan prinsip-prinsip pendidikan dan bukan kekerasan.

Dengan pendekatan yang tepat, pembinaan di barak diyakini dapat menjadi jembatan perubahan bagi siswa untuk menata masa depan yang lebih baik. (Putri)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil