Way Kanan, MAN 1 (Humas). Suasana berbeda tampak di gerbang MAN 1 Way Kanan pada Jumat pagi (23/05), ketika para guru dan tenaga kependidikan menyambut kedatangan siswa dengan senyum hangat, salam, dan lantunan doa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Jumat Berkah”, yang dirancang untuk membangun karakter siswa melalui pendekatan religius dan ilmiah sejak mereka melangkah ke lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pendidikan holistik, yang menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Penyambutan siswa di pintu gerbang bukan hanya sebatas formalitas. Para guru memberikan pesan-pesan moral singkat, sementara siswa diajak untuk merenungkan nilai-nilai kebersyukuran dan tanggung jawab sosial. Menurut studi pendidikan karakter oleh Kementerian Agama RI, pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di awal hari terbukti meningkatkan kesadaran diri dan disiplin siswa dalam jangka panjang. Hal ini menjadi dasar ilmiah bagi MAN 1 Way Kanan untuk menjadikan gerbang sebagai titik awal pembentukan budaya sekolah yang bermakna.
Tidak hanya aspek religius, kegiatan Jumat Berkah juga menyentuh sisi ilmiah melalui integrasi tema lingkungan dan kesehatan. Setelah penyambutan, siswa mengikuti kegiatan refleksi singkat yang dilanjutkan dengan literasi tematik bertema “Sains dalam Kehidupan Sehari-hari”, di mana guru sains mengaitkan pentingnya menjaga pola hidup bersih dengan konsep dasar biologi dan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya materi pelajaran, tetapi juga pedoman hidup yang aplikatif.
Dengan memanfaatkan momentum Jumat sebagai hari penuh keberkahan, MAN 1 Way Kanan terus menguatkan misi pendidikan berbasis nilai. Program penyambutan di gerbang bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi pendidikan karakter yang terencana dan berbasis riset. Melalui kegiatan ini, madrasah menanamkan bahwa pendidikan sejati dimulai sejak langkah pertama siswa memasuki sekolah – dari gerbang menuju masa depan yang lebih berilmu dan berakhlak. (Joe)
Editor : Fadilah