Tanggamus Kemenag (Humas) --
Suasana khusyuk menyelimuti lobi Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus pagi
ini. Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pejabat daerah,
berkumpul dalam Pengajian Akhir Tahun 2024. Acara ini menjadi penutup sekaligus
momen refleksi perjalanan setahun yang penuh dinamika.
Kehadiran Kasubbag Tata Usaha
Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, H. Mardanus, S.Ag., M.M., memberikan
warna tersendiri pada acara tersebut. Ia tampak aktif berbaur dengan peserta
lainnya, mencerminkan kolaborasi erat antara institusi pemerintah dalam
membangun harmoni. "Acara seperti ini bukan hanya memperkuat iman, tetapi
juga meneguhkan niat bersama untuk terus memberikan yang terbaik bagi
masyarakat," ungkap H. Mardanus dalam kesempatan wawancara.
Acara dibuka resmi oleh
Pj Bupati Tanggamus, Dr. Mulyadi Irsan, M.T., yang
menyampaikan pesan penuh inspirasi. Ia mengajak peserta untuk menjadikan
pengajian ini sebagai ruang introspeksi diri. “Pengajian akhir tahun adalah
langkah kecil dengan dampak besar, baik bagi hubungan spiritual maupun
profesional. Mari kita masuki tahun baru dengan semangat baru,” ucapnya
disambut tepuk tangan.
Dalam ceramah agama yang mengisi
acara tersebut, peserta diajak untuk merenungkan perjalanan hidup selama
setahun terakhir. Pentingnya evaluasi diri dan menjaga konsistensi dalam
berbuat kebaikan menjadi pokok pesan yang disampaikan dengan hangat. Ceramah
ini mampu menyentuh hati peserta dan menumbuhkan tekad untuk melangkah lebih
baik di tahun yang akan datang.
Selain ceramah yang
menginspirasi, momen haru tercipta saat doa bersama dipanjatkan untuk
kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Tanggamus. Doa ini menjadi
simbol harapan baru, menggugah rasa syukur, sekaligus menciptakan energi
positif di penghujung tahun.
Pengajian diakhiri dengan sesi
ramah tamah yang menghangatkan suasana. Peserta tampak saling bertukar cerita,
bercengkerama, dan berfoto bersama. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam,
tidak hanya sebagai tradisi spiritual tetapi juga simbol persatuan untuk
bersama-sama menapaki tahun baru.
Tanggamus sekali lagi membuktikan, melalui kegiatan religius seperti ini, hubungan antarpejabat, pegawai, dan masyarakat dapat semakin erat, menciptakan harmoni yang menjadi pondasi kemajuan di masa mendatang. (Frans/Mela Basyar)
