Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Pentas PAI 2025: 560 Peserta Tampilkan Bakat dan Kreativitas Islami di Lampung Utara

Rabu, 03 September 2025 Humas Lampung Utara
Pentas PAI 2025: 560 Peserta Tampilkan Bakat dan Kreativitas Islami di Lampung Utara
Humas Lampung Utara
Humas Lampung Utara

Lampung Utara, Kemenag (Humas).  Yayasan Ibnu Rusyd menjadi tuan rumah Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat Kabupaten Lampung Utara, Rabu (3/9/2025). Sebanyak 560 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA/SMK, ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.

Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Lampung Utara, Puji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pentas PAI mengusung tema “Wujudkan Generasi Islam yang Beriman, Bertaqwa, Cerdas, Sesuai Semangat Islam yang Rahmatan lil Alamin.” Ia menegaskan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap ajaran Islam, mengembangkan bakat, sekaligus membentuk generasi berakhlak mulia dan bermartabat.

“Pentas PAI tahun ini diikuti 61 peserta dari TK, 189 dari SD, 183 dari SMP, dan 127 dari SMA/SMK. Para pemenang nantinya akan mewakili Lampung Utara di tingkat provinsi pada 4 Oktober 2025 mendatang,” ujar Puji.

Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Lampung Utara, Nang Sukarman, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag, mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi dalam mencetak generasi Islami. “Tema yang diangkat harus menjadi semangat kita bersama dalam mendidik anak-anak agar tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan bertaqwa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lampung Utara yang diwakili Asisten I, Mat Sholeh, sekaligus membuka kegiatan menekankan bahwa Pentas PAI tidak hanya ruang berprestasi, melainkan juga sarana memperkuat nilai keimanan, akhlak, dan kecintaan kepada Islam.

“Generasi muda yang tidak dibentengi ilmu dan iman sangat rentan terseret dalam pusaran kepentingan yang merusak negeri. Karena itu, Pentas PAI hadir pada waktu yang tepat, sebagai ikhtiar bersama menjaga anak-anak agar tumbuh cerdas dalam suasana belajar yang aman, nyaman, dan damai,” ucapnya.

Ia berharap Pentas PAI menjadi contoh bahwa membina anak tidak cukup hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui kreativitas, sportivitas, ukhuwah, serta nilai-nilai luhur Islam. “Selamat berlomba kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik, jadikan Pentas PAI sebagai ajang belajar dan berproses, bukan semata untuk juara, melainkan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Mat Sholeh menutup sambutannya.(Dewi/Lisa/Mela Basyar)