Pringsewu, Bagi siswa baru, memasuki lingkungan pendidikan yang baru adalah momentum penting dalam perjalanan hidup. Saat seseorang melangkah dari jenjang sebelumnya menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi—seperti dari MTs ke MA atau dari SMP ke SMA—maka hal pertama yang harus dilakukan adalah beradaptasi.
Adaptasi menurut Kepala MAN 1 Pringsewu Fathul Bari bukan hanya soal mengenal gedung, guru, atau jadwal pelajaran. Lebih dari itu, adaptasi adalah kesiapan mental untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai, budaya, sistem, dan tantangan baru di madrasah atau sekolah yang kini ditempati.
"Masa lalu adalah kenangan, masa kini adalah kenyataan, masa lalu adalah kenangan." Katanya saat membuka kegiatan masa taaruf siswa Madrasah (Matsama) 2025-2026 MAN 1 Pringsewu pada momentum Upacara pengibaran bendera hari Senin di lapangan setempat pada 13 Juli 2025.
Apa pun yang terjadi di sekolah atau madrasah sebelumnya—entah itu kegagalan atau prestasi, pengalaman manis atau pahit—semuanya menurutnya telah menjadi bagian dari masa lalu.
"Tidak perlu disesali, tapi juga jangan sampai membuat kita lengah. Saatnya menatap ke depan. Kini berada di lingkungan baru, maka harus hadir dengan semangat dan cara pandang baru pula," katanya.
Setiap siswa katanya, pasti memiliki kebiasaan dan pengalaman dari sekolah sebelumnya. Ada yang positif dan ada yang perlu diperbaiki. Maka, proses adaptasi harus disertai dengan kemauan untuk berubah:
"Tinggalkan yang buruk, seperti malas belajar, terlambat, tidak disiplin, suka menunda tugas, atau bersikap pasif dalam kegiatan. Bawa yang baik, seperti semangat belajar, etika yang santun, kemandirian, dan keinginan untuk berkembang," pesannya.
Adaptasi menurutnya tidak akan berhasil tanpa kesadaran untuk memperbaiki diri. Lingkungan baru adalah tempat untuk memperbarui niat, membentuk kebiasaan baru, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Siswa yang mampu beradaptasi menurutnya akan lebih mudah memahami sistem belajar yang baru, cepat berbaur dengan teman-teman seangkatan, serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan guru dan lingkungan. Hal ini akan mempercepat proses pengembangan diri baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Sebaliknya, siswa yang menutup diri dari perubahan dan enggan beradaptasi akan mudah tertinggal, sulit berkembang, bahkan bisa merasa terasing di lingkungan barunya sendiri.
"Adaptasi adalah bagian penting dari pertumbuhan. Ia bukan tanda kelemahan, tapi tanda kecerdasan dan kedewasaan," katanya.
