Bumi Ratu Nuban, KUA (Humas) – Peran aktif Penyuluh Agama Islam dalam memperkuat pembinaan umat terus diwujudkan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan santunan sosial yang dilaksanakan di Kampung Bumi Raharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Jumat (26/6/2026), dengan pendampingan dari Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bumi Ratu Nuban.
Kegiatan sosial keagamaan tersebut dilaksanakan melalui penyaluran bantuan kepada anak yatim piatu, kaum dhuafa, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang sedang sakit, sebagai bentuk nyata penguatan nilai kepedulian sosial dan implementasi ajaran Islam tentang pentingnya berbagi kepada sesama.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bumi Ratu Nuban hadir memberikan pendampingan sekaligus pembinaan keagamaan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga semangat solidaritas, empati, dan budaya gotong royong sebagai bagian dari penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan sosial.
Menurutnya, kegiatan sosial berbasis masyarakat seperti santunan kepada kelompok yang membutuhkan menjadi bagian penting dalam membangun karakter umat yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar.
"Nilai kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Kehadiran kita di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan manfaat, menumbuhkan semangat berbagi, serta memperkuat rasa tanggung jawab bersama terhadap saudara-saudara yang membutuhkan perhatian," disampaikan dalam pembinaan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Syuhada’, Hj. Dalmaswati, menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut telah menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian bersama.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat," ujar Hj. Dalmaswati.
Kegiatan dihadiri tokoh agama, para donatur, pengurus majelis taklim, serta masyarakat setempat yang bersama-sama turut memberikan dukungan kepada para penerima manfaat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peran Penyuluh Agama Islam semakin mampu memperkuat pembinaan umat secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya berbagi, solidaritas sosial, dan semangat kebersamaan sebagai fondasi membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menguatkan.
Humas Lampung Tengah