Way Kanan, KUA Gunung labuhan (Humas) - - Fenomena perceraian yang kian marak menjadi perhatian serius Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Menyikapi hal tersebut, KUA Gunung Labuhan bersama jajaran Penyuluh Agama Islam memberikan pembekalan khusus bagi para calon pengantin (catin) guna memperkuat fondasi rumah tangga, Rabu (21/1).
Dalam sesi bimbingan tersebut, Penyuluh Agama Islam Oksi Ajuan Firnando menekankan bahwa kesabaran dan komunikasi yang sehat merupakan kunci utama dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Menurutnya, banyak konflik keluarga berawal dari egoisme dan kegagalan pasangan dalam mengelola perbedaan.
“Pernikahan adalah ibadah terpanjang. Kesabaran dan komunikasi yang sehat harus menjadi pegangan agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan emosi yang berujung pada perceraian,” tegas Oksi di hadapan para calon pengantin.
Ia mengingatkan para catin agar tidak menjadikan perceraian sebagai solusi utama saat menghadapi persoalan rumah tangga. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan proses saling melengkapi dan memahami kekurangan masing-masing.
“Masalah itu dihadapi dengan diskusi, bukan dengan emosi. Jangan sedikit-sedikit terpikir untuk cerai,” tambahnya.
Selain materi tentang komunikasi dan kesabaran, para penyuluh agama lainnya juga menyampaikan pembekalan terkait hak dan kewajiban suami istri serta manajemen keuangan keluarga. Mereka menegaskan bahwa KUA melalui para penyuluhnya selalu terbuka untuk menjadi fasilitator dan konselor bagi pasangan yang mengalami kendala dalam rumah tangga.
Sementara itu, Khaeirul Huda Abm berharap pembekalan pranikah yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menekan angka perceraian di wilayah Gunung Labuhan serta mempersiapkan pasangan muda agar lebih matang secara mental dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Terpisah, Kepala KUA Kecamatan Gunung Labuhan Ardores menegaskan bahwa ketahanan bangsa berawal dari ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga yang rapuh akan berdampak langsung pada perkembangan anak dan lingkungan sosial.
“KUA bukan hanya tempat mencatat administrasi nikah. Kami bertanggung jawab memastikan setiap pasangan memiliki bekal ilmu yang cukup agar dapat membangun rumah tangga yang langgeng hingga akhir hayat,” ujar Ardores.
Melalui pembekalan calon pengantin ini, KUA Gunung Labuhan berharap dapat berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang harmonis, kuat, dan berdaya tahan di tengah berbagai tantangan kehidupan modern. (Humas)
Penulis : Yanto/Oksi/Asep
Editor : Anggithya
