Way Kanan, MIN 1 (Humas) -- MIN 1 Way Kanan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Selasa (2/6/2026) di halaman madrasah. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga madrasah tersebut berlangsung khidmat dengan petugas upacara berasal dari unsur dewan guru. Peringatan Hari Lahir Pancasila dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik.
Kepala MIN 1 Way Kanan, Meliani, bertindak sebagai pembina upacara. Adapun petugas upacara lainnya yakni Niah Kurniati sebagai pembawa acara, Heni Hendriyani sebagai pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Budi Andiansyah sebagai pembaca doa, serta Rusayati sebagai pembawa naskah Pancasila. Sementara itu, Siti Patimah, Maria Rahmatika, dan Umiyani bertugas sebagai Komandan Pleton (Danton) 1, 2, dan 3. Anita Purnama Sari bertindak sebagai dirigen dan Erick Aries Afrianza sebagai pemimpin upacara.
Dalam amanatnya, Meliani mengajak seluruh peserta upacara untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus ditanamkan dan diamalkan, terutama di lingkungan pendidikan. "Pancasila merupakan dasar negara yang harus dijaga dan diimplementasikan dalam sikap, perilaku, serta kehidupan bermasyarakat. Melalui peringatan ini, kita memperkuat komitmen untuk menjadi generasi yang berkarakter, toleran, dan cinta tanah air," ujarnya.
Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan penuh semangat. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, hingga doa bersama, diikuti dengan khidmat oleh peserta upacara. Momentum tersebut menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk memahami sejarah lahirnya Pancasila serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, MIN 1 Way Kanan berharap seluruh warga madrasah semakin menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semangat gotong royong, persatuan, dan nasionalisme diharapkan terus tumbuh sehingga mampu membentuk generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Rina/Dhany)