Way Kanan, KUA Gunung Labuhan (Humas) - - Memasuki malam ke-17 Ramadan 1447 H, suasana religius menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan. Dua Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Gunung Labuhan, Sigit Wibowo dan Oksi Ajuan Firnando, hadir untuk menunaikan tugas pembinaan mental bagi warga binaan, Jum'at malam, 6 Maret 2026.
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum
peringatan Nuzulul Quran ini diawali dengan pelaksanaan Sholat Isya berjamaah.
Oksi Ajuan Firnando bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Sholat Isya yang
dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dan Witir secara khusyuk.
Sementara, dalam sesi tausiyahnya, Sigit Wibowo
mengajak seluruh warga binaan untuk merefleksikan kembali peristiwa turunnya
Al-Quran. Ia menekankan bahwa Al-Quran bukan sekadar bacaan, melainkan petunjuk
(hudan) bagi mereka yang ingin memperbaiki diri.
"Malam Nuzulul Quran adalah momentum bagi
kita semua untuk kembali berinteraksi dengan kitab suci. Tidak ada kata
terlambat untuk belajar dan berubah. Jadikan Al-Quran sebagai pelita di tengah
masa pembinaan ini agar kelak keluar menjadi pribadi yang lebih baik,"
ujar Sigit di hadapan para jamaah.
Terpisah, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian
Agama Way Kanan, M.Rofik Mas'ud mengatakan bahwa Kehadiran para penyuluh agama
di Lapas Kelas IIB Way Kanan ini merupakan bagian dari program rutin Ramadan
untuk memastikan warga binaan mendapatkan hak bimbingan spiritual yang cukup.
"Keterlibatan aktif para penyuluh ini diharapkan mampu memberikan warna baru dan semangat bagi warga binaan dalam menjalankan ibadah puasa serta memperdalam ilmu agama meski berada di Lapas," Pungkas Kasi Bimas. (Humas)
Penulis : Yanto/Asep
Editor : Anggithya
