LAMPUNG TENGAH — MAN 1 Lampung Tengah terus membuktikan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang asri, sehat, dan berwawasan lingkungan. Bertempat di meeting room madrasah, Kepala MAN 1 Lampung Tengah bersama Tim Adiwiyata menggelar Rapat Koordinasi pada Rabu pagi (22/7) pukul 09.00 WIB guna membahas percepatan implementasi dan langkah tindak lanjut pelaksanaan Program Adiwiyata.
Rapat koordinasi ini berfokus pada penyusunan strategi substantif, evaluasi kelengkapan sarana-prasarana ramah lingkungan, serta penyelarasan program kerja operasional tiap divisi. Fokus utama pembahasan mencakup integrasi kurikulum berbasis lingkungan, efisiensi tata kelola sampah internal, hingga optimalisasi area hijau di lingkungan madrasah.
Kesiapan Koordinator Divisi dan Penguatan Operasional
Dalam pertemuan tersebut, para koordinator dari masing-masing divisi memaparkan skema kesiapan dan rencana aksi strategis:
Divisi Kurikulum & Edukasi: Menyiapkan integrasi materi kelestarian lingkungan ke dalam modul pembelajaran lintas mata pelajaran serta penguatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin (P5RA).
Divisi Pengelolaan Sampah & Daur Ulang: Mematangkan mekanisme pemilahan sampah organik dan anorganik dari tingkat kelas, penyediaan fasilitas pembakaran ramah lingkungan/komposting, serta pembentukan bank sampah siswa.
Divisi Penghijauan & Konservasi Air/Energi: Merancang program pemeliharaan taman, penanaman pohon pelindung, hemat energi listrik, serta pemanfaatan air limbah wudu untuk drainase terpadu.
Divisi Publikasi & Kemitraan: Mempersiapkan media kampanye edukatif visual serta menjajaki kerja sama dengan instansi lingkungan hidup setempat.
Adiwiyata: Mendorong Pembiasaan dan Budaya Lingkungan
Program Adiwiyata di MAN 1 Lampung Tengah tidak sekadar dirancang untuk meraih penghargaan formal, melainkan sebagai fondasi pembentukan karakter (character building). Keterkaitan antara program ini dengan pengelolaan lingkungan terletak pada aspek pembiasaan konsisten (habituation)
Melalui aturan dan fasilitas yang memadai, seluruh warga madrasah didorong untuk mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan secara spontan dalam keseharian—mulai dari membuang sampah sesuai pilahannya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mematikan energi yang tidak terpakai, hingga merawat tanaman di sekitar kelas. Pembiasaan rutin ini diharapkan mampu mentransformasi kesadaran individu menjadi budaya kolektif yang berkelanjutan.
Apresiasi dan Harapan Kepala Madrasah
Kepala MAN 1 Lampung, Ahmad Zazili, S. Pd., M. Pd.I tengah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesiapan, dedikasi, dan langkah konkrit yang disusun oleh Tim Adiwiyata. Beliau menegaskan kembali pentingnya sinergi seluruh elemen madrasah dalam menyukseskan agenda besar ini.
Saya sangat bangga dan mendukung penuh rencana aksi yang telah dirancang oleh tim. Program Adiwiyata ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan investasi nilai spiritual dan ekologis bagi generasi mendatang. Harapan saya, MAN 1 Lampung Tengah tidak hanya dikenal karena prestasi akademiknya, tetapi juga menjadi madrasah percontohan dalam melahirkan generasi pelopor pemelihara kelestarian bumi," ujar Kepala Madrasah dalam arahannya.
Pelaksanaan rapat koordinasi ini menjadi pijakan krusial bagi MAN 1 Lampung Tengah dalam mengokohkan langkah menuju madrasah berwawasan lingkungan, di mana kolaborasi terstruktur dan pembiasaan budaya hijau menjadi kunci utama mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.(Red.Tiza/Dian)